Kamis, 12 Mei 2016

THE DREAMS TEAM PSIR REMBANG



Sebagai pecinta sepakbola khususnya kota rembang tentunya saya selalu mengikuti perkembangan tim kebanggaan kota saya (rembang) yaitu PSIR rembang , tim yang identik dengan warna orange tersebut merupakan salah satu tim yang cukup di segani di kawasan jawa tengah tentunya bersama PSIS semarang , PERSIJAP jepara dan PERSIS solo.


Dan tak terlalu berlebihan rasanya kalau saya menyebut PSIR sebagai salah satu tim terkuat di kawasan jawa tengah mengingat begitu banyaknya prestasi yang telah berhasil di ukir oleh tim PSIR rembang sejauh ini baik di tingkat regional jawa tengah maupun di tingkat nasional , beberapa prestasi tersebut diantaranya : juara divisi 2 nasional tahun 1989 , 8 besar perserikatan 1993/1994 , juara divisi 3 nasional tahun 2005/2006 , juara divisi 2 nasional 2006/2007 , peringkat 2 grup 2 divisi utama (promosi ke IPL ) lpis tahun 2011/2012 , juara divisi 2A jawa tengah (sumaryoto cup ) tahun 2003 serta prestasi-prestasi lainnya.


Berbagai prestasi yang telah diraih tim PSIR tersebut tentunya di raih dengan materi-materi pemain yang baik , karena tanpa pemain-pemain baik sangat mustahil suatu tim sepakbola bisa mencatatkan prestasi yang memuaskan , dan oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya ingin menyusun sebuah tim impian yang bermateri kan pemain-pemain terbaik  di posisinya masing-masing yang pernah membela tim kebanggaan kota saya PSIR rembang yang kemudian akan saya bentuk menjadi  sebuah“THE DREAM TEAM PSIR REMBANG” (versi saya)


susunan tim PSIR impian saya ini terdiri dari komposisi pemain-pemain PSIR di tiap musimnya ,dimulai dari musim 2002/2003 hingga sekarang , mengapa saya memulainya dari komposisi pemain PSIR musim 2002/2003 ?? , karena pada musim itulah pertama kalinya saya melihat aksi-aksi dari pemain PSIR yang saat itu masih berlaga di divisi 2A jawa tengah.


jika saya memilih pemain-pemain PSIR di tahun tahun sebelum musim 2002/2003 maka sudah pasti saya tidak akan bisa memberikan penilaian yang obyektif , karena saya sendiri tidak pernah melihat aksi-aksi pemain PSIR tersebut , meskipun masa kejayaan PSIR adalah pada kurun waktu tahun 1993-1995 , namun pada kesempatan kali ini saya tidak akan memasukkan satu pun pemain dari angkatan tersebut ( meskipun konon banyak pemain hebat di tubuh tim PSIR pada masa itu ) , yang saya masukkan dalam tim PSIR impian saya ini adalah pemain-pemain yang pernah saya lihat secara langsung aksinya.


DAN INILIAH “THE DREAM TEAM PSIR REMBANG “ VERSI PRADIKTA ANDI ALVAT :


Formasi yang saya pilih adalah 4-2-3-1 , dengan empat pemain belakang sejajar , dua gelandang bertahan , tiga gelandang menyerang dan satu penyerang  , dan inilah susuannya :


*PENJAGA GAWANG : EFFENDY , NANDA PRADANA , GARRY MANDAGI


# Pilihan saya jatuh kepada effendy , kiper yang membela PSIR pada musim 2009/2010 dan 2010/2011 , sebagai seorang penjaga gawang effendy memiliki reflek yang cukup baik , posturnya yang sangat ideal sebagai seorang penjaga gawang membuatnya cukup bisa di andalkan untuk bola bola atas , dan hal ini lah yang saya rasa tidak dimiliki oleh 2 penjaga gawang lainnya (nanda pradana dan garry mandagi).


EMPAT BEK SEJAJAR


*BEK KIRI : JUNAIDI , CHARLES PUTIRAY , DIDIK KETE


# dengan formasi 4-2-3-1 saya membutuhkan seorang bek sayap yang kuat dalam bertahan dan tidak terlalu agresive dalam menyerang oleh karena itu saya menjatuhkan pilihan kepada junaidi , tipe bek sayap yang keras , lugas dan tanpa kompromi dalam menjaga daerah pertahanan  , seandainya saya menggunakan formasi 4-4-2 maka pilihan saya sudah pasti jatuh kepada charles putiray.


*STOPPER KANAN : HERU WIBOWO , DENY TARKAS , RENE MARTINEZ


# heru wibowo adalah bek tengah favorit saya , kuat dalam bola-bola atas , lugas dalam bola-bola bawah dan cermat membaca permainan , saya rasa setiap striker yang berhadapan dengannya pasti akan dibuat frustasi , bahkan pemain sekaliber andik vermansyah pun mati kutu saat berhadapan dengan nya.


*STOPPER KIRI : ABUNAUW LAPULA , DIDIK WAHYU , ERIC AWOUNDJA


# meskipun posturnya kurang ideal sebagai seorang pemain belakang khususnya bek tengah , namun abunauw memiliki kelebihan dalam hal man to man marking dan kemampuan nya mem build-up serangan dari belakang , bek tengah yang sangat tenang dan sulit untuk ditembus oleh penyerang lawan.


*BEK KANAN : M IKHSAN , SUPRAPTO , KERY YUDIONO


# M ikhsan sejatinya berposisi sebagai seorang bek tengah , namun pada kesempatan kali ini saya akan menempatkannya sebagai seorang bek kanan , seperti yang sudah saya sampaikan tadi , bahwa saya membutuhkan seorang bek sayap yang kuat dalam bertahan serta disiplin dalam menjaga daerah pertahanan dan saya rasa M ikhsan cukup mampu untuk melakukan tugas tersebut dengan baik.


DUA GELANDANG BERTAHAN


*GELANDANG BERTAHAN KIRI : YONI USTAF , ZAENAL ABIDIN , VICTOR DA SILVA


# dengan sistem dua gelandang bertahan untuk menopang tiga gelandang serang yang memiliki naluri menyerang tinggi , di butuhkan seorang gelandang bertahan dengan tipe pekerja keras , pandai merebut bola dan kuat dalam melindungi bola , maka dari itu pilihan saya jatuh kepada yoni ustaf , gelandang bertahan PSIR yang tak tergantikan posisinya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.


*GELANDANG BERTAHAN KANAN : MUGIARSO , KUSEN RIANDI , CHANIF MUHAJIRIN


# dengan memiliki tiga gelandang serang yang memiliki naluri menyerang tinggi , di butuhkan seorang “deep lying playmaker” yaitu seorang playmaker yang berposisi sebagai seorang gelandang bertahan layaknya andrea pirlo pada timnas italia , gelandang tipe inilah yang bertugas mengatur ritme permainan tim, mengatur tempo dan melepaskan umpan-umpan kunci ke daerah pertahanan lawan, dan saya rasa mugiarso sangat cocok jika dimainkan pada posisi ini, gelandang yang mempunyai visi permaianan yang sangat baik , akurasi umpan-umpan jauhnya luar biasa , hingga saat ini belum ada gelandang PSIR yang bisa menyamainya soal urusan umpan jauh , dapat dipastikan tiga gelandang serang serta penyerang PSIR akan sangat dimanjakan oleh umpan umpan jauhnya.


TIGA GELANDANG SERANG


*GELANDANG SERANG KIRI : ZAENAL ARIFIN CHENG , SUTIKNO , SUYONO TERONG


# zaenal cheng adalah seorang winger (gelandang sayap) yang komplit , mempunyai kecepatan , kuat dalam melindungi bola serta ditambah dengan naluri mencetak gol yang lumayan bagus , dengan di topang gelandang bertahan seperti yoni ustaf dan mugiarso , kemampuan zaenal cheng sebagai seorang winger akan semakin tereskplorasi dengan maksimal.


*GELANDANG SERANG TENGAH : HADI SURENTO , TADIS SURIYANTO , SATYO HUSODO


# dengan menggunakan format 3 gelandang serang , saya membutuhkan seorang gelandang serang tengah yang  lazimnya di sebut “second striker” yang kuat dalam melindungi bola , bisa menjadi tembok atau pengumpan handal serta mempunyai naluri mencetak gol tinggi , oleh karena itu pilihan saya jatuh kepada hadi surento , seorang gelandang yang kuat dalam melindungi bola ,bisa menjadi pengumpan yang handal serta memiliki naluri mencetak gol yang tinggi.


*GELANDANG SERANG KANAN : EFFENDI BENDOT , ERPINA , JUNAIDI TAGOR


# gaya main seorang effendi bendot mengingatkan saya kepada seorang elli ayboy , sangat licin , lincah dan sulit di hentikan , saat tampil dalam performa terbaiknya effendi bendot pasti mampu membuat setiap bek sayap kiri tim lawan tergopoh-gopoh.


SATU PENYERANG


*PENYERANG : CRISTIAN LENGLOLO , KEITA BAKARI , CHARLES OROCK


# lenglolo memiliki segala yang di butuhkan untuk menjadi seorang penyerang tunggal yang  mumpuni , pandai menahan bola , mempunyai skill individu yang bagus serta di dukung dengan naluri mencetak gol yang tinggi , dengan segala kemampuannya tersebut tak mengherankan kalau dia pernah bermain di tim tim besar di indonesia seperti persipura dan sriwijaya fc , menurut saya sejauh ini penyerang terhebat yang pernah dimiliki oleh PSIR adalah cristian lenglolo.


Jadi inilah susunan sebelas “THE DREAMS TEAM PSIR REMBANG” versi saya dengan formasi 4-2-3-1 :


*PENJAGA GAWANG : EFFENDY
*EMPAT BEK SEJAJAR : JUNAIDI , HERU WIBOWO , ABUNAUW LAPULA , M IKHSAN
*DUA GELANDANG BERTAHAN : YONI USTAF , MUGIARSO
*TIGA GELANDANG SERANG : ZAENAL CHENG , HADI SURENTO , EFFENDI BENDOT
*SATU PENYERANG : CRISTIAN LENGLOLO



SELESAI


Rabu, 13 April 2016

#MerekaDiMataSaya



hujan gerimis tengah mengguyur pinggiran kota semarang saat sore menjelang malam , jarum jam sendiri menunjukkan pukul 17.57 wib , meskipun hanya gerimis namun cuaca petang ini cukup mampu membuat ruangan kamar kos saya menjadi sangat sejuk.


Sudah cukup lama saya tidak menulis artikel di blog pribadi saya ( satu bulan ) , lantaran jadwal kuliah saya yang cukup padat , setiap hari senin sampai kamis , saya hampir menghabiskan waktu seharian penuh di kampus ,karena rata-rata jadwal kuliah dimulai pukul 07.00 pagi dan baru selesai sekitar pukul I6.00 sore , otomatis setelah pulang kuliah badan saya menjadi sangat lelah sehingga keinginan untuk menulis selalu dikalahkan oleh rasa ingin segera tidur.


Sedangkan pada hari jumat sampai hari minggu . biasa saya gunakan untuk pulang ke rumah ,  bercengkrama dengan para anggota keluarga dan bermain futsal bersama teman-teman adalah akivitas rutin yang selalu saya lakukan setiap akhir pekan ,


Karena itu bisa dibilang saya adalah mahasiswa yang “kuper” (kurang pergaulan ) , meskipun sudah hampir 3 tahun berada di kota semarang , namun boleh di katakan saya belum terlalu “akrab” dengan kota semarang , saya belum terlalu mengenal seluk beluk kota ini , hal itu lantaran setiap akhir pekan “yang seharusnya”( bagi sebagian besar mahasiwa lain )  di gunakan untuk “jalan-jalan” malah saya habiskan di rumah.


Hal ini saya lakukan bukan semata-mata  tanpa alasan , alasan utama saya adalah keluarga , selagi ada waktu luang maka saya akan menyempatkan diri untuk pulang ke rumah , hal tersebut saya lakukan karena mungkin pada suatu saat nanti saat saya sudah bekerja , waktu saya untuk bertemu keluarga saya akan sangat jarang , karena mungkin suatu saat nanti bisa saja saya bekerja di kota , pulau atau bahkan negara yang berbeda dengan para anggota keluarga saya , Sehingga selagi ada kesempatan untuk pulang ke rumah maka saya pasti akan menyempatkannya.


karena tiada hal yang dapat membuat hidup lebih nyaman selain bisa berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai , karena saat ini saya tengah sendiri ( belum menikah ) otomatis bisa berkumpul dengan para anggota keluarga adalah kenyaman hidup bagi saya , karena mereka lah orang-orang yang saya cintai.


Dan pada kesempatan kali ini saya ingin menulis mengenai pandangan saya terhadap para anggota keluarga saya , yaitu ayah , ibu serta kedua adik saya ,setelah sekian tahun saya hidup bersama mereka tentu saya sangat mengenal betul sifat dan karakter mereka , oleh karena itu sekiranya pandangan saya terhadap anggota keluarga saya ini cukup pantas untuk menjadi tulisan ke 64 di blog pribadi saya hehehe.

 

Dan ini lah #MerekaDiMataSaya



( A) AYAH


Sebagai satu-satunya “teman” laki-laki dalam anggota keluarga saya , sehingga tak mengherankan kalau beliau lah anggota keluarga yang paling dekat dengan diri saya , kami sering menghabiskan waktu bersama di teras depan rumah saat pagi dan malam menjelang , sambil minum kopi atau teh , saat menghabiskan waktu bersama tersebut kami sering berdiskusi mengenai masalah sepakbola dan politik.


Kebetulan ayah saya juga seorang mantan pesepakbola professional , dan sekarang menjadi pelatih sepakbola di tim kebanggan kota rembang , PSIR rembang (selain juga sebagai PNS ) , sehingga selain berdiskusi masalah sepakbola dan politik , ayah saya juga sering bercerita kepada saya mengenai zaman nya dulu waktu beliau masih bermain bola.


Selain itu ayah saya juga sering meminta pendapat saya mengenai perkembangan tim PSIR , beliau biasanya meminta pandangan serta saran saya mengenai masalah teknis tim agar tim bisa menjadi lebih baik kedepannya , baik itu tentang performa pemain maupun kondisi tim , boleh di bilang saya adalah penasihat teknis ayah saya sebagai pelatih tim PSIR rembang atau dalam sepakbola biasa dikenal dengan “direktur teknik” hehehe.


Secara pribadi saya menilai ayah sebagai sebagai sosok yang jujur , sederhana ,dermawan , penuh kasih sayang kadang-kadang emosional dan idealis , berani mengatakan benar jika menurutnya benar dan berani mengatakan salah jika memang menurutnya salah , salah satu pesan ayah saya kepada saya yang selalu saya ingat adalah “ jangan lah mempersulit hidup orang lain , niscaya hidupmu tidak akan di sulitkan oleh orang lain “


(B) IBU


Ibu saya saya ibaratkan sebagai roman abramovich (bos Chelsea) , dengan karakter yang keras dan ambisius , beliau selalu mempunyai ambisi besar kepada para anak-anak nya agar anak-anak nya bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin.


saat anak-anak nya mendapatkan nilai atau prestasi yang buruk dalam bidang akademik , maka beliaulah orang pertama yang akan marah besar  ,Namun saat kami ( saya dan adik-adik saya ) berhasilkan mendapatkan prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik , ibu saya pasti akan memuji kami setinggi langit.


Saya biasa menjuluki ibu saya sebagai ‘”menteri ekonomi” karena memang ibu saya orang yang cukup ulet dalam masalah ekonomi hehehe , dan satu lagi , ibu saya termasuk wanita yang jago memasak , masakan beliau yang menurut saya sangat enak adalah capcay , pepes ikan serta telur penyet campur terong , makanan yang saya sebut terakhir adalah makanan yang sering saya makan saat sarapan pagi di rumah dan mungkin setelah pensiun nanti ibu saya bisa membuka restaurant (saran saya) hahaha.


(C) REGITA ( adik pertama)


Adik pertama saya ini adalah seorang atlit voly ,sejak SD hingga SMA dia cukup sering mendapatkan juara di berbagai perlombaan , secara pribadi saya menilai adik pertama saya ini sebagai sosok yang berwatak keras , sedikit egois dan tertutup , maka dari itu saya sangat jarang berbagi cerita dengan dia ,dan secara prestasi akademik saya melihat adik saya ini tidak lebih baik dari saya hhehe , dalam kesehariannya saya biasa memanggil dia dengan sebutan “kacit”.


(D) TRENINDA (adik kedua )


Adik kedua inilah yang saya rasa mewarisi bakat ibu saya sebagai “menteri ekonomi” serta jago memasak , secara pribadi saya menilai adik kedua ini sebagai sosok yang emosionil , suka bercanda dan terbuka , maka dari itu saya lebih sering berkomunikasi dengan adik kedua saya ini dari pada dengan adik pertama saya.


Adik kedua saya ini secara prestasi akademik , saya melihat dia bisa melebihi saya selain itu dia juga punya banyak prestasi di luar bidang akademik , diantaranya pernah juara  bulutangkis , juara lomba dongeng , dan juara lomba pidato , dan satu pesan saya kepada adik saya ini : jangan suka ngemil


akhir sekali saya ingin menyampaikan , bahwa keempat orang di ataslah orang-orang yang saya cintai dan mencintai saya apa adanya oleh karena itu dalam apapun keadaan dan kondisinya saya selalu menempatkan keluarga sebagai prioritas , sebisa mungkin saya selalu berusaha untuk membuat mereka bahagia dan sebisa mungkin saya selalu berusaha untuk meminimalisir membuat mereka kecewa.



"KARENA BAGI SAYA KELUARGA IBARAT AIR DI SAAT SAYA HAUS , IBARAT MAKANAN DI SAAT SAYA LAPAR DAN IBARAT OBAT DI SAAT SAYA SAKIT"

Sabtu, 12 Maret 2016

KEGAGALAN TIDAK AKAN MELUMPUHKAN KEPERCAYAAN DIRI



Meremehkan orang lain adalah hal yang paling saya hindari
Meremehkan diri sendiri adalah hal yang tak pernah terlintas sedikitpun di benak saya


Quote di atas adalah salah satu diantara sekian banyak prinsip yang selalu saya pegang teguh dalam menjalani hidup , seperti yang pernah saya sampaikan bahwa saya adalah sebuah pribadi yang memiliki cukup banyak prinsip-prinsip di dalam menjalani hidup , prinsip-prinsip tersebut saya gunakan sebagai sebuah batas atau indikator untuk menentukan mana hal yang patut saya lakukan dan mana hal yang harus saya hindari.


Hal tersebut saya lakukan hanya semata agar saya selalu berjalan dalam koridor koridor yang sesuai “blue print” hidup saya ,  saya selalu yakin , selama saya memegang teguh prinsip prinsip di dalam hidup saya , maka semakin dekat pulalah saya dengan mimpi-mimpi saya ,Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu prinsip di dalam hidup saya yang selalu saya pegang teguh yaitu kepercayaan diri.


Kepercayaan diri bagi saya adalah sebuah modal dasar atau pondasi untuk mencapai segala sesuatu di dalam hidup ini , keberhasilan terhadap suatu tujuan harus dimulai dari keyakinan pada diri sendiri bahwa kita bisa merealisasikan tujuan kita tersebut.


kita harus yakin dengan kemampuan yang kita miliki dengan kerja keras dan di barengi doa maka tidak ada hal yang mustahil untuk di raih di dalam dunia ini ,dengan rasa percaya diri juga akan membuat kita selalu fokus terhadap tujuan yang ingin kita capai.


Orang yang tidak percaya pada diri sendiri , tidak akan pernah menghetahui sejauh mana sebenarnya potensi yang bersemayam di dalam dirinya , ia akan selalu ragu dengan kapasitas dirinya , hal itu membuat apapun yang di capainya tidak akan pernah maksimal , bagi saya orang yang tidak memiliki rasa percaya diri adalah orang yang mati sebelum ajalnya.


Percaya diri itu tidak sama dengan sombong , sombong adalah suatu perasaan yang menganggap remeh , lemah atau rendah orang lain , sedangkan percaya diri adalah sebuah perasaan yakin terhadap diri sendiri tanpa merendahkan orang lain.


Menurut saya rasa percaya diri juga harus di imbangi dengan pikiran positif , saya ibaratkan rasa percaya diri sebagai sebuah kapal sedangkan pikiran positif adalah nahkoda,dan kegagalan  adalah ombak nya , saat sebuah kapal mendapatkan hantaman ombak yang besar , maka sekuat apapun kapal itu tanpa diiringi keyakinan dari seorang nahkoda bahwa ia pasti mampu melewati hantaman ombak itu ,maka kapal itu juga bisa gagal mencapai tempat yang akan di tuju ,


Artinya seseorang yang memiliki rasa percaya diri yang kuat bisa saja hancur hanya dengan sebuah kegagalan mencapai sesuatu dan membuat rasa percaya diri itu hilang dari jiwanya , sehingga tujuan hidup yang sesungguhnya tidak akan pernah tercapai.


Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk bisa berfikir positif pada saat memiliki rasa percaya diri , bahkan seandainya saya tidak dapat berfikir positif mungkin rasa kepercayaan diri saya sudah hancur sejak 2-3 tahun yang lalu.


Saat itu kegagalan demi kegagalan silih berganti datang menghampiri saya , pada saat saat itulah keyakinan pada diri saya sendiri tengah di uji pada level tertinggi , pada tahun 2013 – 2014 saya banyak sekali mengalami kegagalan , seperti gagal lolos snmptn , gagal lolos sbmptn , gagal lolos um ugm 2 kali , gagal lolos akademi kimia analisis lewat jalur non tes dan kegagalan kegagalan lain (satu-satunya keberhasilan pada waktu itu adalah lolos um undip) , padahal sebelum itu saya hampir selalu mampu meraih target yang saya canangkan.


Seandainya saya tidak bisa berfikir positif  pada waktu itu , mungkin kepercayaan diri saya yang saya bangun sejak dini dan semakin tumbuh dari waktu ke waktu sudah hancur berkeping keping , akan tetapi syukurnya saya bisa berfikir positif , saya menganggap mungkin hal itu bukanlah rejeki saya (jalan hidup) dan bukanlah hal yang terbaik bagi saya.


Sejak saat itu saya memiliki falsafah hidup baru yaitu : “saat saya sudah memberikan yang terbaik terhadap suatu proses , maka apapun hasil dari proses tersebut pasti itulah yang terbaik bagi saya , entah itu sesuai harapan yang saya inginkan ataupun tidak , karena sekali lagi tuhan memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan , karena tuhan tahu mana  yang terbaik bagi kita”


Makna dalam sebuah kehidupan adalah seberapa besar usaha yang telah kita lakukan untuk mendapatkan sesuatu bukan seberapa besar yang telah kita dapatkan dari sesuatu usaha , karena seberapa besar usaha yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan sesuatu berada di tangan kita , sedangkan seberapa besar yang kita dapatkan dari suatu usaha berada di tangan tuhan , sebagai manusia kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin sedangkan hasil dari usaha tersebut adalah urusan tuhan.


maka dari itu sebanyak apapun kegagalan yang menimpa saya , tidak akan pernah membuat sedikitpun saya ragu terhadap kapasitas diri saya , selama saya selalu memberikan yang terbaik , maka apapun hasilnya itulah yang terbaik bagi saya , hal tersebut adalah falsafah yang selalu saya yakini.


Dalam artikel saya yang berjudul “target sempurna !! “ saya memiliki tujuan bahwa di semester 3 yang lalu ipk saya bisa mencapai angka sempurna 4,00 , akan tetapi pada kenyataanya saya gagal mencapai tujuan tersebut karena ipk saya hanya 3,71, meskipun begitu hal tersebut tidak lantas membuat saya ragu terhadap kapasitas diri saya (lantaran gagal mencapai target tersebut) , saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan tersebut , meskipun pada akhirnya tujuan itu tidak tercapai, maka saya yakin hasil tersebut pasti adalah hasil yang terbaik bagi saya yang diberikan oleh tuhan.


kegagalan demi kegagalan yang pernah saya rasakan dalam hidup ini tidak akan pernah membuat saya ragu bahwa saya bisa berhasil , because  when one door is closed dont you know that many are open ?” yang artinya saat satu pintu tertutup tidakkah kau tahu bahwa masih banyak pintu yang terbuka ??


saya selalu yakin dengan kemampuan yang saya miliki walaupun orang lain meragukannya pun saya tidak perduli akan hal itu , saya tidak pernah sedikitpun ragu terhadap diri saya sendiri.


Mungkin sekarang saya hanyalah seorang mahasiswa universitas swasta , namun tidak menutup kemungkinan dengan kerja keras , kepercayaan diri , pikiran yang positif serta di barengi dengan doa saya bisa mencapai berbagai cita-cita hidup yang saya inginkan , amin...




“KEGAGALAN JANGANLAH MELUMPUHKAN RASA PERCAYA DIRI , TETAPI ANGGAPLAH KEGAGALAN SEBAGAI SEBUAH KESEMPATAN UNTUK MEMPERBAIKI DAN MEMANTAPKAN RASA PERCAYA DIRI BAHWA KITA SUDAH SEMAKIN DEKAT DENGAN TUJUAN YANG INGIN KITA CAPAI”


Minggu, 21 Februari 2016

S.H. BUKAN TUJUAN UTAMA



I took my guitar and I begin to play those old familiar songs from our yesterdays, but only half way through the things I should have said those old memories came flown into my head, oh you ?? are so sweet too sweet to forget memories of being alone with you, it ? all in my dream, you are just so sweet too sweet to forget you don’t love me the same as I love you its not to be I regret………”


Alunan lagu too sweet to forget dari band favorit saya Slank menggema dengan nyaringnya dari laptop Toshiba kesayangan saya. Lagu yang dalam bahasa indonesia familiar dengan judul "Terlalu manis"  tersebut merupakan salah satu lagu hits dari Slank yang kental dan sarat akan sebuah nilai nostalgia. Setiap kali saya mendengar lagu tersebut maka ingatan saya akan selalu terbawa jauh mundur kebelakang mengingat beberapa momen momen dalam kehidupan saya yang mana momen momen tersebutlah yang pada akhirnya membuat saya sampai pada tempat di mana sekarang saya berpijak.

Oleh karena itu Dari judul tullisan ini (S.H. BUKAN TUJUAN UTAMA) saya ingin sedikit berbagi cerita mengenai salah satu momen terpenting dalam kehidupan saya yang akan saya bahas dari 2 sudut pandang yang berbeda terhadap judul tulisan ini. Sudut pandang tersebut adalah saat saya mau memilih, maupun saat saya sudah menjalaninya pilihan tersebut. Dan beginilah ceritanya: 

SMA bagi mayoritas orang dianggap sebagai masa-masa terindah dan terpenting dalam kehidupannya, begitupun juga dengan diri saya masa SMA bagi saya adalah masa terindah dan terpenting dalam kehidupan saya. Mengapa terindah ?? karena masa SMA adalah masa di mana saya untuk pertama kalinya merasakan yang namanya “Pacaran” hehehe dan mengapa terpenting ?? karena masa SMA adalah masa untuk menentukan pijakan atau pilihan hidup sesudah lulus nanti. Mau jadi polisi, tentara, dokter, insinyur dan lainnya di tentukan di masa-masa ini.

Saat saya menginjak kelas 3 SMA, sejujurnya saya tidak terlalu pusing untuk menentukan program studi atau jurusan kuliah selepas lulus SMA nanti karena pada waktu itu sejujurnya saya sudah memiliki prodi pilihan yang mana prodi tersebut tentunya sesuai dengan passion saya, saat itu tujuan saya hanya tertuju pada prodi-prodi yang berafiliasi dengan kimia , seperti teknik kimia, kimia murni maupun teknik geologi, mengingat saat SMA mata pelajaran yang saya suka adalah kimia ,sehingga dengan memilih prodi prodi yang berafiliasi dengan kimia saya berharap bisa berkembang lebih jauh saat kuliah nanti.

Pada waktu itu tak pernah terlintas sedikitpun di pikiran saya untuk memilih prodi ilmu hukum yang nanti waktu lulus akan bergelar sarjana hukum (S.H.), saat seleksi penerimaan mahasiswa baru baik SNMPTN, SBMPTN maun ujian mandiri, saya tak pernah memilih prodi ilmu hukum sebagai pilihan, mengingat pada waktu itu memang saya tidak tertarik dengan dunia hukum.

Alasan saya tidak tertarik dengan prodi ilmu hukum pada waktu itu:

1.Ilmu hukum adalah program studi jurusan IPS, mengingat saya adalah siswa jurusan IPA tentunya saya lebih memprioritaskan program studi jurusan IPA (seperti teknik kimia, kimia teknik geologi) dari pada program studi jurusan IPS.

2. Saya adalah pribadi yang kurang lihai dalam berbicara di muka umum sedangkan prodi ilmu hukum sangat membutuhkan individu-individu yang pandai dalam berbicara di muka umum, oleh sebab itu saya merasa prodi ilmu hukum tidak sesuai dengan jiwa saya.

3. Banyaknya lulusan sarjana hukum baru yang muncul tiap tahunnya (mengingat fakultas hukum hampir pasti dimiliki oleh setiap universitas) membuat sarjana hukum terasa kurang memiliki nilai jual dimata saya, banyaknya lulusan tidak sebanding dengan kuantitas lapangan pekerjaan.

Setelah memutuskan keluar dari fakultas perikanan dan ilmu kelautan UNDIP serta gagal lolos dalam ujian mandiri di universitas gadjah mada (UGM) untuk prodi ilmu pemerintahan, takdir tuhan akhirnya membawa saya bertemu dan berhubungan dengan ilmu hukum.

Suatu pagi setelah saya dinyatakan tidak diterima dalam seleksi mahasiwa baru dari jalur ujian mandiri di universitas gadjah mada (UGM), badan saya terasa lemas ,rahang saya kaku dengan tatapan mata nanar angan saya menerawang jauh mengingat wajah kedua orang tua saya , dalam benak saya saat itu berkata “saya mengecewakan kedua orang tua saya lagi “

setelah memutuskan keluar dari undip sejujurnya hasrat saya pada waktu itu tentunya ingin menimba ilmu di universitas yang lebih baik dari universitas sebelumnya, maka dari itu setelah saya dinyatakan gagal lolos seleksi di UGM waktu itu, kekecewaan saya pun membuncah, rasa kecewa terhadap diri saya sendiri tepatnya, rasa kecewa karena tidak dapat membahagiakan supporter sejati saya yaitu kedua orang tua saya maupun rasa kecewa karena tidak dapat mencapai ekspektasi yang saya innginkan.

Saat kamu ingin memberikan lebih namun kamu tidak dapat melakukannya , begitulah perasaan yang saya rasakan pada waktu itu, setelah gagal lolos masuk UGM maka mau tidak mau saya akan berkuliah di universitas swasta mengingat ujian mandiri UGM adalah seleksi penerimaan mahasiswa terakhir untuk universitas negeri tahun itu, akhirnya hari itu juga saya mendaftar di UNISSULA dengan prodi ilmu hukum, sebuah prodi yang tak pernah terlintas di benak saya untuk saya geluti. Akan tetapi mungkin inilah takdir tuhan yang terbaik yang harus saya jalani

mengapa saya memilih UNISSULA serta mengapa saya memilih  ilmu hukum ?? alasannya sederhana saja, saya memilih unissula pertama karena sebagai universitas swasta UNISSULA tergolong kelompok universitas swasta yang cukup baik ini terbukti dengan banyaknya program studi di UNISSULA yang sudah ter-akreditasi A dan yang kedua karena UNISSULA jaraknya dekat dengan rembang (hanya 2 jam perjalanan), otomatis setiap pekan saya bisa pulang kerumah.

Sedangkan mengapa saya memilih prodi ilmu hukum ?? alasannya sederhana juga, karena diantara prodi prodi yang ada di UNISSULA, ilmu hukum adalah satu satunya prodi yang terlihat ada sedikit kecocokan dengan passion saya, sewaktu sma selain mata pelajaran kimia saya juga menyukai mata pelajaran pkn serta sejak kecil saya juga menyukai hal hal yang berkaitan dengan tata negara, sejarah bangsa dan penghetahuan umum, dan saya lihat ilmu hukum sedikit banyak tentu ada sangkut pautnya dengan hal hal tersebut, selain itu ilmu hukum juga ter-akreditasi A hal itulah yang semakin memantapkan hati saya untuk memilih prodi ilmu hukum, soal kelihaian berbicara di muka umum itu bisa dilatih dalam berjalannya waktu.

Saat hari pertama menginjakkan kaki di fakultas hukum, di hari itu juga hati saya , saya tambatkan untuk prodi pilihan saya ini, saya belajar dengan hati maka dari itu memberikan sepenuh hati dan 100% komitmen terhadap setiap apa yang saya kerjakan atas nama bidang yang saya geluti adalah etos kerja saya dan etos kerja seperti itu akan terus ada dan saya bawa kemanapun saya pergi, karena saya yakin bahwa bidang yang saya geluti sekarang (hukum) akan mampu menjadi wadah bagi saya untuk berbuat sesuatu di masa mendatang serta mampu memberikan sesuatu bagi saya suatu saat nanti.

“SAYA BELAJAR DENGAN HATI”, artinya saya menuntut ilmu di bidang hukum ini dengan sepenuh hati dan sepenuh rasa cinta saya terhadap ilmu hukum dan dengan mencintainya membuat saya selalu ingin mengenal ilmu hukum lebih dekat,dan lebih dalam.

Lebih dekat artinya, saya ingin mengetahui segala sesuatu yang ada di dalam ilmu hukum secara lebih akrab, sehingga hal tersebut mendorong saya untuk selalu menggali dan mencari berbagai informasi serta penghetahuan di bidang hukum dari berbagai sumber (buku ,internet dll).

Lebih dalam artinya saya ingin menghetahui seluk beluk di dalam bidang hukum secara luas, hal itu mendorong saya untuk selalu memperluas penghetahuan dan wawasan saya di bidang hukum , selain belajar dari apa yang diajarkan oleh dosen, saya juga sering menambah wawasan dan penghetahuan saya di bidang hukum di luar apa yang di ajarkan oleh dosen, jika saya hanya belajar dari apa yang di ajarkan oleh dosen maka saya hanya akan menguasai sekiranya 20 % materi saja.

Karena bagi saya untuk mengenal lebih dalam tentang hukum , ilmu dari dosen saja tidak akan cukup (20 %), karena itu kita harus menggali dan memperluas wawasan dan penghetahuan kita di bidang hukum itu sendiri ,karena tidak mungkin semuanya diajarkan seluruhnya oleh dosen, maka dari itu kita harus mencari sisa yang 80 % itu di luar kampus diantaranya melalui buku, jurnal, makalah, Internet dll.

Bahkan saya yakin bagi mahasiswa fakultas hukum yang tidak pernah menambah wawasan serta penghetahuannya di luar jam kuliah saya yakin mereka tidak akan mengerti definisi-definisi dasar dalam ilmu hukum seperti  definisi tersangka, terdakwa, praperadilan, upaya hukum dan lainnya, maka dari itu sangat penting bagi kita (mahasiswa hukum) untuk senantiasa menambah wawasan dan penghetahuan kita di bidang hukum itu sendiri, mengingat begitu ketatnya persaingan di dunia yang sesungguhnya (lapangan pekerjaan) selepas kuliah nanti

Seiring berjalnnya waktu dari hari ke hari saya merasa semakin jatuh cinta dengan ilmu hukum ,hal itu membuat  saya selalu ingin memperluas wawasan dan penghetahuan saya di bidang hukum , mengingat penghetahuan di bidang hukum ini juga sangatlah luas, oleh karena itu ilmu yang saya dapat di strata 1 ini saya rasa belum cukup dan belum mampu memuaskan dahaga saya akan berbagai wawasan dan penghetahuan di bidang hukum.

Artinya secara pribadi saya mempunyai ekspektasi bisa menimba ilmu di bidang hukum hingga strata tertinggi yaitu S3 atau kalau allah mengizinkan sekiranya saya juga ingin menjadi seorang guru besar (Professor) di bidang hukum, itu lah ekspekstasi yang saya canangkan sejak saya menggeluti bidang hukum ini, dengan ekpektasi yang tinggi tersebut membuat saya selalu termotivasi untuk memberikan yang terbaik terhadap pilihan saya tersebut. Dengan tujuan, hasrat lebih dan, keyakinan semoga bisa membawa saya pada tercapainya ekspektasi tersebut di kemudian hari nanti.

Soal banyaknya saingan dari para sarjana hukum lainnya dalam dunia pekerjaan nanti, sejujurnya saya tidak pernah sedikitpun minder dan pesimis akan hal itu, saya cukup yakin dengan kemampuan yang saya miliki oleh karena itu meskipun nantinya saya harus bersaing dengan para sarjana hukum dari universitas – universitas terbaik di negeri ini saya tak pernah gentar sedikitpun.

Karena bagi saya tolak ukur untuk menilai kualitas seorang sarjana bukanlah berasal dari jas almamter apa yang mereka kenakan tetapi dari seberapa luas penghetahuan dan wawasan mereka di bidang yang mereka kaji, artinya kualitas seorang sarjana bukanlah dilihat dari jas almamater apa yang mereka pakai tapi dilihat dari seberapa banyak pengehetahuan dan wawasan yang berada di dalam kepala seorang sarjana tersebut dan lebih dari itu adalah seberapa besar penghetahuan dan wawasan tersebut dapat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat luas.   

Dan akhir sekali saya ingin menjelaskan maksud dari judul tulisan ini “S.H. BUKAN TUJUAN UTAMA “ di bahas dari 2 sudut pandang yang berbeda yaitu saat saya mau memilih maupun saat saya menjalani pilihan tersebut, saat saya akan memilih  prodi kuliah, prodi ilmu hukum bukanlah tujuan utama saya sehingga menjadi sarjana hukum (S.H.) tentunya juga bukan tujuan utama saya, karena seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa prodi tujuan saya sebenarnya adalah prodi-prodi yang berafiliasi dengan kimia, seperti teknik kimia, kimia murni maupun teknik geologi.

Sedangkan saat saya sudah menjalani pilihan tersebut (kuliah di fakultas hukum) sarjana hukum ( S.H.) bukanlah tujuan utama saya, karena target saya adalah bisa menimba ilmu di bidang hukum ini hingga strata 3 atau mungkin bisa mencapai level sebagai guru besar, artinya S.H. bukanlah tujuan utama saya, karena tujuan utama saya suatu saat nanti adalah “  (Prof) Dr.PRADIKTA ANDI ALVAT.S.H ,M.H. “




KUALITAS SEORANG MAHASIWA TIDAK DI TENTUKAN OLEH JAS ALMAMATER APA YANG MEREKA PAKAI TETAPI DI TENTUKAN OLEH SEBERAPA BESAR PENGHETAHUAN DAN WAWASAN YANG BERSEMAYAM DI KEPALA MEREKA , APAPUN JAS ALMAMATER MU SELAMA KAMU MEMILIKI PENGHETAHUAN DAN WAWASAN YANG LUAS , KAMU MAHASISWA BERKUALITAS !! ”