Kamis, 31 Agustus 2017

PUISI : SECANGKIR KOPI


Warna mu hitam pekat dengan aroma candu nan memikat, menyajikan pesona citarasa kelas wahid bak minuman nirwana.

Semerbak aroma mu selalu mampu merangsang pikiran untuk menghadirkan imajinasi.

Sisi pahit yang kau miliki adalah daya tarik hakiki bagi para pemuja mu.

Daya tarik yang selalu mengundang nafsu birahi ku untuk mencumbui mu.

Bisa mencumbui mu di kala sang mentari terbit di ufuk timur maupun di saat bintang bintang menghiasi gelap gulita nya langit adalah kebahagiaan ku yang sederhana.

Terkadang aku mencumbui mu bersama sepotong kue, terkadang aku mencumbui mu bersama sebuah buku dan terkadang pula aku mencumbui mu bersama pisang goreng yang konon katanya adalah pasangan sejati mu.

Aku tidak pernah perduli dengan omongan pilu para pembenci mu, bagiku kenikmatan yang ada padamu adalah kenikmatan surgawi.

Kau secangkir kopi, izinkanlah daku untuk terus memuja dan mencumbui mu sepanjang waktu.

Kau secangkir kopi, izinkanlah daku untuk terus memuja dan mencumbui mu hingga denyut nadi dan jantung ku berhenti serta dimensi memisahkan kita.

Kau secangkir kopi, menikmati mu adalah kebahagiaan bagiku dan meninggalkan mu adalah nestapa ku.

Ku harap kau mengerti akan hal itu.


Selasa, 29 Agustus 2017

PUISI : WAKTU


Kau berjalan begitu cepat meninggalkan goresan memorabilia nan membekas di hati.

Kau telah memberi ku banyak hal dalam hidup ini, bahagia, tawa, sedih, tangis dan haru melebur menjadi sebuah melodi nostalgia yang tak kan terlupakan.

Kau tak bisa dihentikan dan terus berjalan, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan hingga tahun demi tahun.

Kau tak bisa di beli dengan apapun dan kau pun tak kan bisa kembali.

Oh waktu, sejujurnya di satu titik ku ingin engkau berhenti sejenak, biar ku bisa menikmati momen - momen bahagia dalam hidupku lebih lama.

Namun apadaya engkau tetap keras kepala tak memperdulikan keinginanku.

Oh waktu, Apa yang akan terjadi di masa depan hanya kau lah yang tahu.
Apa yang akan terjadi dalam perjalanan hidupku nanti juga hanya kau lah yang mampu menjawabnya.

Oh waktu, aku memang tidak akan pernah bisa menghentikan mu, namun akan ku coba untuk membuat mu berjalan dengan sedikit lebih melambat.

Berdamai lah denganku.






Sabtu, 26 Agustus 2017

PUISI : MALAM MINGGU


Dalam gemerlap dan riuhnya jalanan kota , aku hanya terpaku membisu di pojok kamar dalam suasana temaram dan hening.

Ketika alunan suara kendaraan bermotor memekikkan telinga , aku hanya terdiam menyapa kesunyian.

Ketika para anak muda bergandengan tangan dengan kekasih hati , aku hanya tertunduk lesu menyiratkan nestapa.

Ketika bintang-bintang di langit menampakkan keanggunannya , aku hanya terbunuh sepi terasingkan sendu.

Malam minggu oh malam Minggu , mengapa kau tak juga mau bersahabat dengan ku dan memberikan ku kenikmatan duniawi.

Malam Minggu oh malam Minggu , apakah kau terlalu membenci ku , hingga tak mau sedikitpun berbagi kenikmatan nan semu itu.

Malam Minggu oh malam Minggu , jikalau ini adalah rencanaNYA , maka aku percaya bahwa sang maha kuasa telah menyiapkan sebuah malam Minggu yang indah tiada tara kelak bersama dia belahan jiwa ku.

Segala nestapa , sepi , sunyi dan sendu ini pada hakikatnya adalah syarat yang harus ku lalui untuk sampai pada malam Minggu yang indah tiada tara tersebut.

Dan aku tak sabar lagi untuk menanti datangnya malam itu.





Kamis, 24 Agustus 2017

PUISI : PUTIH ABU-ABU


Ketika sepi menyapa lirih, ku teringat masa putih abu-abu.

Ketika aroma harum tanah yang tersiram air hujan menyeruak, ku teringat masa putih abu-abu.

Ketika hujan gerimis menerpa di kala senja, ku teringat masa putih abu-abu.

Ketika ku buka album lama kita, ku teringat masa putih abu-abu.

Ketika ku lihat wajah segerombolan anak sma yang ceria dan riang gembira, ku teringat masa putih abu-abu.

Ketika dedaunan hijau di halaman depan rumah mulai bersemi, ku teringat masa putih abu-abu.

Ketika nampak pelangi nan indah selepas hujan yang deras, ku teringat masa putih abu-abu.

Ketika ku dengar kicauan burung-burung nan merdu di pagi hari, ku teringat masa putih abu-abu.

Ohh sungguh indah sekali masa putih abu-abu itu, jikalau boleh ingin ku mengulangnya sekali lagi, iya sekali lagi.


PUISI : ITULAH AKU


Lebih memilih optimis dari pada pesimis, itulah aku.
Lebih memilih tersakiti dari pada menyakiti, itulah aku.
Lebih memilih merindukan dari pada di rindukan, itulah aku.

Lebih memilih menjadi pelaku dari pada penonton, itulah aku.
Lebih memilih menghibur dari pada terhibur, itulah aku.
Lebih memilih memberi dari pada meminta, itulah aku.

Lebih memilih menulis dari pada berkata, itulah aku.
Lebih memilih kebenaran dari pada kebaikan, itulah aku.
Lebih memilih menggoda dari pada tergoda, itulah aku.

Lebih memilih pahit di awal dari pada pahit di akhir, itulah aku.
Lebih memilih berjuang dari pada berpangku tangan, itulah aku

Dengan segala kekurangan dan kelebihan, aku adalah aku, itulah aku.


Selasa, 22 Agustus 2017

JUARA 3 LOMBA KULTWIT HUT KOMISI YUDISIAL



Pada kesempatan kali ini saya ingin menulis ulang beberapa tweet (kultwit) yang saya tulis di akun Twitter saya , yang pada akhirnya berhasil keluar sebagai juara ke 3 dalam lomba kultwit dalam rangka memperingati hari ulang tahun Komisi Yudisial yang ke 12.

Lomba tersebut memiliki tema " kerja bersama untuk peradilan bersih " , dan berikut adalah kultwit saya :

1. Peradilan pada dasarnya adalah sebuah proses untuk memberikan keadilan kepada para pihak yang berperkara di pengadilan.

2. Peradilan adalah sebuah proses untuk mengadili suatu perkara di pengadilan dengan tujuan agar tidak terjadi main hakim sendiri.

3. Mengadili adalah tindakan menerima , memeriksa dan memutus suatu perkara yang diajukan ke pengadilan.

4. Selain memberikan keadilan suatu proses peradilan juga harus mampu memberikan kemanfaatan dan kepastian hukum.

5. Oleh karena itu agar suatu proses peradilan dapat menghasilkan cita keadilan , kepastian hukum dan kemanfaatan.

6. Maka mutlak di butuhkan sebuah peradilan yang bersih , jujur dan independen.

7. Peradilan yang bersih adalah peradilan yang berjalan sesuai koridor dan prosedur hukum , tidak curang dan tidak korup.

8. Membangun sebuah peradilan yang bersih adalah tanggung jawabnya bersama dan diperlukan sinergi peran antar beberapa elemen.

9. Diantaranya Masyarakat , lembaga independen , MA , penegak hukum dan Masyarakat sesuai tugas pokoknya masing-masing.

10. Agar tercapai peradilan yang bersih dapat dilakukan kerjasama pengawasan baik dari segi internal dan eksternal.

11. Dari segi eksternal Masyarakat memiliki peran untuk dapat membangun sebuah peradilan yang bersih.

12. Diantaranya bertindak aktif untuk melaporkan pada pihak yang berwenang apabila ada indikasi tindak pidana dalam peradilan.

13. Selain masyarakat pengawasan dari segi eksternal Secara yuridis dapat dilakukan oleh Komisi yudisial yang memiliki tugas dan wewenang.

14. Menjaga dan menegakkan , kehormatan , keluhuran serta perilaku hakim yang notabene adalah pelaku dalam proses peradilan.

15. Selain dari segi eksternal , segi internal juga memegang peranan penting dalam membangun sebuah peradilan yang bersih.

16. Mahkamah Agung sebagai pucuk peradilan memiliki peran yang sangat besar dalam membangun sebuah peradilan yang bersih.

17. Mahkamah Agung memiliki wewenang sebagai pengawas internal bekerjanya proses peradilan baik di tingkat pengadilan negeri , pengadilan tinggi , Mahkamah Agung.

18. Sehingga agar tercapai peradilan yang bersih maka harus ada sinergitas peran antar beberapa elemen baik internal atau eksternal.


Negara Indonesia adalah negara hukum maka keadilan , perlindungan dan perlakuan yang sama di hadapan hukum adalah hal mutlak yang harus terwujud demi tercapainya cita keadilan , kemanfaatan serta kepastian hukum.

Adanya keadilan , perlindungan , dan perlakuan yang sama di hadapan hukum (lembaga peradilan) merupakan salah satu ciri dari sebuah negara hukum.

Dan agar hal itu dapat tercapai maka sangat di perlukan adanya sebuah peradilan yang bersih , jujur , serta independen.

Dan untuk mewujudkan hal tersebut maka sangat di butuhkan sinergitas peran antar beberapa elemen , diantaranya penegak hukum , komisi yudisial dan masyarakat , mereka bertiga idealnya haruslah selalu bersinergi serta bahu membahu untuk membangun sebuah peradilan yang bersih tentunya sesuai dengan tugas dan perannya masing-masing.

Semoga di ulang tahun yang ke 12 ini , komisi yudisial sebagai salah satu elemen yang memiliki peran strategis untuk dapat membangun sebuah peradilan yang bersih dapat semakin berperan secara aktif dan nyata untuk mewujudkan hal tersebut.

Selain itu kita sebagai anggota masyarakat juga hendaknya selalu dapat berperan aktif dalam mendorong terciptanya sebuah peradilan yang bersih demi terwujudnya cita keadilan , kemanfaatan serta kepastian hukum dalam bingkai negara hukum Indonesia.

Selamat ulang tahun yang ke 12 komisi yudisial semoga semakin dapat berperan nyata untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai amanat pasal 24 B UUD NRI 1945 #12KY

Senin, 21 Agustus 2017

PUISI : PEREMPUAN


Tanpa kehadiranmu dunia akan terasa suram, gersang dan layu.

Tanpa kehadiranmu dunia hanya akan menjadi tempat persinggahan yang membosankan serta menjenuhkan.

Tanpa kehadiranmu dunia hanya akan menjadi ruang hampa tanpa keindahan, kelembutan dan kasih sayang.

Kau adalah sosok ayu, gemulai nan harum mewangi yang selalu mampu menyejukkan jiwa, hati dan raga laki-laki.

Kau bak sang mentari yang senantiasa menyinari kehidupan ini dengan penuh harapan, kasih sayang dan keikhlasan.

Kau bak nirwana yang menyajikan pesona , kemuliaan dan ketentraman bagi setiap mata yang memandangnya.

Kau adalah perhiasan paling indah yang di ciptakan oleh tuhan sang maha pencipta.

Kesucian adalah simbol kehormatan dan kemuliaan bagi kaum mu.

Dari rahim mu lah setiap kehidupan manusia dimulai.

Dan kau adalah perempuan.