Saya pribadi yang menyukai tantangan dan espektasi dengan standar yang tinggi (karir dan pencapaian), saya selalu berhasrat sampai pada puncak. Hal tersebut menjadi stimulan yang mendorong saya memiliki gairah membara dan motivasi yang tinggi dalam menjalani hidup. Hidup tanpa tantangan dan mimpi yang tinggi bagai seekor burung tanpa sayap. Satu hal lagi: Istri dan keluarga adalah segalanya dalam hidup saya.
Rabu, 08 November 2017
ILMU DAN AMAL
*Bus Sinar Mandiri ( Semarang - Rembang )
Saya tengah mengalami kejenuhan siang ini, lantaran bus yang saya tumpangi terjebak macet yang cukup lama di daerah demak, oleh karenanya, saya pun berinisiatif untuk mencari suatu akvitas guna mereduksi rasa jenuh saya tersebut.
Satu-satunya hal yang agak menyenangkan dari kondisi saat ini adalah karena bus yang saya tumpangi dilengkapi oleh pendingin ruangan ( AC ) serta lantunan musik yang terus berdendang. Dengan adanya AC membuat udara di dalam bus menjadi sejuk dan tidak gerah.
Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini bermain media sosial tentunya adalah salah satu pilihan bijak bukan ?, maka dari itu akun - akun media sosial yang saya miliki pun saya buka satu persatu, dari Instagram, Twitter, WhatsApp hingga BBM tak luput dari jamahan saya hehehe.
Akan tetapi setelah membuka satu persatu akun media sosial yang saya miliki tersebut kejenuhan yang menghinggapi diri saya tak kunjung reda, mengingat bus yang saya tumpangi masih terjebak dalam padatnya kemacetan. Saya pun kembali berpikir kira-kira aktivitas apa yang bisa membunuh rasa jenuh ini Hmm .....
Tak lama kemudian, akhirnya terlintas dibenak saya untuk melakukan salah satu aktivitas kegemaran (hobby) saya yaitu menulis, Hmm iyaa menulis mungkin pilihan paling tepat untuk membunuh rasa jenuh saya saat ini, gumam saya dalam hati.
Kebetulan saya memiliki sebuah uneg-uneg dalam pikiran yang ingin saya tuangkan menjadi sebuah tulisan atau artikel di blog pribadi saya, uneg-uneg itu sendiri berkaitan erat dengan salah satu prinsip dalam hidup saya, yakni ilmu dan amal.
Pernahkah anda merasa kurang atas sesuatu hal dalam hidup anda ??? saya rasa sebagian besar orang pasti pernah mengalaminya, mungkin merasa kurang harta, mungkin merasa kurang jabatan, mungkin merasa kurang kasih sayang, mungkin merasa kurang ilmu, mungkin merasa kurang cantik, merasa kurang tampan ataupun lainnya.
Lalu jika ada pertanyaan apakah rasa kurang terhadap sesuatu itu adalah hal yang negatif ??? Maka saya akan menjawab tidak !!!, Mengapa tidak ???, Karena tak selamanya merasa kurang akan sesuatu hal itu mengandung nuansa yang negatif, bisa juga positif sebaliknya rasa cukup terhadap sesuatu hal tak selamanya juga mengandung makna yang positif, bisa juga negatif.
Dalam hidup saya sendiri, saya akan merasa selalu kurang hanya terhadap dua hal saja yakni ilmu dan amal, bagi saya pribadi jikalau seseorang itu masih hidup di dunia maka pantang baginya untuk merasa cukup akan ilmu maupun amal yang telah dimilikinya, merasa sudah cukup akan kedua hal tersebut akan membuat diri kita menjadi pribadi yang bodoh dan sombong. Mengapa demikian ???
jika seseorang telah merasa cukup akan ilmu yang dimilikinya maka dia akan menjadi orang yang bodoh, merasa cukup akan ilmu akan membuat dia menjadi enggan untuk belajar dan menambah ilmunya. Sehingga kebodohan pun otomatis akan menghinggapi dirinya, orang yang pandai pada hakikatnya adalah orang yang senantiasa belajar untuk menambah ilmu dan pengetahuannya serta tak pernah puas akan ilmu ataupun penghetahuan yang telah dimilikinya, dia hanya akan berhenti belajar jikalau maut telah menjemput.
Kemudian merasa cukup akan amal yang telah kita lakukan ( perbuat ) pada dasarnya bisa membuat diri kita menjadi orang yang sombong, merasa cukup akan amal yang telah kita perbuat akan membuat kita merasa menjadi orang yang sempurna sehingga membuat kita enggan untuk berbuat kebaikan dan kebenaran lagi, hal ini tentunya menjadi sebuah kerugian besar, mengingat Tuhan pun menyuruh kita untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan ( mencari amal ) di dunia ini sebagai bekal kita di akhirat kelak.
Lebih jauh lagi, pada hakikatnya untuk dapat beramal maka sejatinya kita harus memiliki ilmu terlebih dahulu, bagaimana mungkin kita bisa beramal secara benar tanpa dilandasi oleh ilmu ? , oleh karenanya merasa kurang ataupun cukup akan ilmu tentu akan berkonsekuensi dengan amalan yang kita perbuat.
Namun tak selamanya merasa kurang akan sesuatu hal itu bernuansa positif, seperti halnya merasa kurang akan ilmu dan amal, bahkan menurut hemat saya sifat merasa kurang itu hanya bernuansa positif jikalau rasa kurang itu dihadapkan pada perkara ilmu dan amal saja, jika merasa kurang selain dua hal itu pastilah itu mengandung nuansa yang negatif.
Seperti merasa kurang akan harta akan membuat diri kita menjadi orang yang serakah, merasa kurang akan jabatan yang kita capai akan membuat diri kita menjadi orang yang tamak, merasa kurang akan kasih sayang membuat diri kita merasa menderita, merasa kurang cantik atau tampan akan membuat diri kita minder dan hilang rasa kepercayaan diri.
Oleh karenanya, didalam hidup merasalah untuk selalu kurang hanya dalam dua perkara saja yaitu ilmu dan amal, senantiasa merasa kurang akan keduanya akan membuat kita menjadi orang yang pandai dan taqwa, sedangkan sudah merasa cukup akan keduanya hanya akan membuat diri kita menjadi orang yang bodoh dan sombong.
Selalu merasa kurang atau haus akan ilmu akan membuat diri kita senantiasa semangat untuk belajar guna menambah ilmu dan penghetahuan kita, dan semangat inilah yang pada akhirnya akan membawa kita untuk memiliki sebuah kepribadian yang cerdas, pandai dan bijaksana.
Di sisi lain, selalu merasa kurang akan amal akan membuat diri kita takut pada Tuhan sehingga jiwa dan hati kita akan terpanggil untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan, menambah amalan, mentaati segala perintah serta menjauhi larangan-larangan-NYA ( taqwa).
Oleh karena itu, merasa kurang akan ilmu dan amal adalah sesuatu hal yang positif, senantiasa merasa kurang akan keduanya akan menjauhkan kita dari kebodohan dan kesombongan serta mendekatkan kita dengan kepandaian, kebijaksanaan serta ketaqwaan.
Selesai ......
Senin, 06 November 2017
PERKEMBANGAN DAN PERAN SUPORTER SEPAKBOLA INDONESIA
Salah satu keunggulan sepakbola Indonesia yang patut dibanggakan adalah dalam aspek fanatisme suporter, tak perlu diragukan lagi, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepakbola memang begitu luar biasa.
Sepakbola sudah mengakar begitu kuat dalam realitas kehidupan sosial masyarakat Indonesia, bahkan boleh dibilang sepakbola dalam hal ini adalah klub telah menjadi semacam kebanggaan atau identitas dari sebuah kota, sebut saja misalnya Persebaya yang menjadi identitas dari kota Surabaya, Arema yang menjadi identitas kota Malang atau bahkan bisa juga klub sepakbola menjadi identitas dari sebuah provinsi seperti halnya PSM Makassar yang menjadi identitas masyarakat Sulawesi Selatan, PSMS Medan yang menjadi identitas masyarakat Sumatera Utara atau Persib Bandung yang menjadi klub kesayangan mayoritas masyarakat Jawa barat.
Berbicara masalah fanatisme suporter maka tidak akan pernah bisa dilepaskan dari dinamika suporter itu sendiri, seiring dengan berkembangnya zaman dan globalisasi, kelompok suporter di Indonesia pun telah berkembang secara dinamis baik dari segi paradigma (pola pikir) maupun dari segi gaya (atribut).
Salah satu hal positif dalam perkembangan paradigma (pola pikir) suporter Indonesia adalah bahwa kini mereka telah menyadari, bahwa suporter sejatinya bukan hanya sekedar berperan sebagai pendukung (secara moril) namun juga berperan sebagai sumber pendapatan atau penyokong dana klub, agar klub bisa terus bernafas dalam kerasnya roda kompetisi.
Maka dari itu, para kelompok suporter di Indonesia saat ini bisa dibilang lebih tertib dalam hal membeli tiket pertandingan, mereka menganggap membeli tiket pertandingan adalah sebagai sebuah bentuk sumbangsih atau peran dari suporter untuk menyokong klub kebanggaannya, yakni dari sisi finansial, slogan "no ticket no game" pun mereka kenalkan.
Dari segi gaya, suporter Indonesia pun mengalami perkembangan yang cukup dinamis, baik itu dari sisi fashion maupun dari sisi kreatifitas, saat ini para kelompok suporter di Indonesa lebih tertarik untuk mengembangkan sisi kreatifitas dukungannya (chant, giant flag atau koreo) dari pada hanya sekedar menyanyikan lagu-lagu provokatif yang ditujukan kepada kelompok suporter tim lawan yang biasanya tersangkut rivalitas, maka dari itu kalimat-kalimat kotor seperti janc*k, as* atau Dib*unuh, saat ini hampir sangat jarang kita dengar dari sebuah jalannya pertandingan.
Menurut fajar Djunaedi dosen ilmu komunikasi UMY, seiring dengan berkembangnya zaman dan pengaruh globalisasi kelompok suporter di Indonesia saat ini berkembang menjadi 3 jenis, yakni mania, ultras dan hooligans, mania lebih condong kepada gaya suporter amerika latin yang bergaya sederhana namun militan, contohnya Bonek dan Aremania, ultras lebih condong kepada gaya suporter Italia dengan gaya modisnya, sedangkan hooligans condong kepada gaya suporter Inggris yang berdandan casual.
Suporter pada hakikatnya adalah pemilik klub, yakni pemilik klub dari aspek emosional atau ikatan psikologis yakni rasa memiliki atas dasar ikatan batin dan pikiran, maka dari itu rasa cinta sebuah kelompok suporter kepada klub kesayangannya tentu teramat besar, apapun akan mereka lakukan demi klub kesayangannya, dan oleh karenanya hasrat dan tujuan mereka tentunya adalah dari sisi prestasi.
Di sisi yang lain, mengingat klub sekarang adalah berbentuk badan hukum (PT), yang tentunya tujuannya adalah mencari keuntungan, pemilik klub dari aspek legal atau yuridis dalam hal ini adalah pemilik saham, justru terkadang lebih mengutamakan sisi bisnis atau komersil dari pada sisi prestasi, walaupun pada dasarnya prestasi sebuah klub tidak bisa kita nafikan akan berimbas pada sisi komersil klub itu sendiri. klub yang berprestasi dan terkenal tentunya lebih memiliki nilai komersil dari pada klub yang tidak berprestasi.
Menurut hemat saya, pada dasarnya ada 3 peran penting yang dimiliki oleh suporter yang mana 3 peran tersebut akan sangat mempengaruhi kondisi sebuah klub, baik kondisi psikologis, finansial ataupun teknis yakni :
1.Dukungan yang masif
Dukungan yang masif adalah peran yang dapat dilakukan oleh suporter untuk mengangkat moril dan kondisi psikologis tim kebanggaannya. Nyanyian, dukungan dan sorak-sorai suporter dalam mendukung klubnya akan membuat motivasi dan semangat seorang pemain maupun tim secara kolektif akan terangkat, sehingga mereka akan memiliki motivasi berlipat ganda untuk memberikan yang terbaik demi klub dan suporter yang telah mendukung mereka, maka dari itu salah satu kunci sebuah tim untuk dapat meraih kesuksesan adalah adanya dukungan suporter yang masif, baik di kandang maupun di luar kandang.
Selain itu, perilaku kelompok suporter juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis sebuah klub, misalnya suporter berbuat ricuh sehingga klub disanksi untuk bertanding tanpa penonton, tentu hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi psikologis para pemain yang harus bertanding tanpa dukungan suporter setianya. Maka dari itu suporter dituntut untuk dapat bersikap dan bertindak secara bijak dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan klub kesayangannya.
2.mendukung keuangan klub.
Selain sponsor dan hak siar, sumber pendapatan klub yang bisa diandalkan tentunya adalah dari pemasukan tiket pertandingan oleh penonton dan suporter, disini paradigma pemikiran dari para suporter akan sangat mempengaruhi.
suporter yang menyadari bahwa peran mereka bukan hanya untuk sekedar memberikan dukungan moril namun juga memberikan dukungan dana bagi nafas klub (dari penjualan tiket pertandingan) tentunya akan paham bahwa dengan memasuki stadion dengan membayar tiket (bukan melompat pagar atau gratis) merupakan salah satu bentuk sumbangsih mereka untuk kehidupan klub kesayangannya.
Sehingga dukungan yang masif yang diimbangi dengan paradigma pemikiran dari para suporter seperti diatas tentunya akan sangat berpengaruh untuk mendongrak kondisi finansial klub. Jika kondisi finansial klub sehat maka peluang untuk meraih prestasi tentunya lebih besar.
3.Memogaruhi kebijakan klub
Suporter boleh dibilang sebagai konstituen dari sebuah klub, suara, kritik atau uneg-uneg dari suporter seringkali bisa mempengaruhi ataupun merubah kebijakan dari pengelola klub.
Dan seringkali perubahan kebijakan klub itu menyangkut dan mempengaruhi kondisi teknis dari sebuah klub, misalnya pergantian pelatih, pencoretan pemain, pembelian pemain dan hal lainnya. Oleh karenanya suporter dituntut untuk selalu bersikap kritis terhadap berjalannya pengelolaan klub kebanggaannya. Karena suporter sendiri memiliki pengaruh yang tidak kecil untuk bisa mempengaruhi kebijakan atau keputusan pengelola klub.
Dari 3 peran yang dimiliki oleh suporter seperti yang saya jelaskan diatas menandakan bahwa suporter sejatinya memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung kemajuan prestasi klub kebanggaannya ( arti sempit ) dan mendukung kemajuan sepakbola nasional secara umum ( arti luas ).
Dan oleh karenanya fanatisme yang dimiliki oleh kelompok-kelompok suporter di Indonesia saat ini haruslah senantiasa dijaga dan diarahkan kepada terciptanya fanatisme suporter yang positif bukan fanatisme negatif yang justru dapat berdampak buruk bagi kondisi klub maupun kondisi persepakbolaan nasional secara utuh.
Selesai ......
Minggu, 05 November 2017
PUISI : PUJAAN HATI
Hembusan angin malam nan semilir lirih dan deburan ombak selat bali yang menggelayut anggun, menjadi saksi betapa beban rindu begitu membuncah dalam benak ku.
Setiap hembusan nafas ku, setiap detak jantung ku dan setiap denyut nadi ku, selalu terpatri benih rindu akan hadirnya dirimu.
Bayang mu tak pernah letih, selalu hadir di setiap indahnya lelap mimpiku, menari-nari manja dalam imajinasi ku.
Sosok mu tak kan pernah terhapus dalam ingatan, walau hanya sedetik saja.
Nama mu akan selau abadi, tak lekang oleh waktu, melekat dalam relung hati ini.
Hay perempuan pujaan hati, dimana pun kau berada, doa suci dan kasihku akan selalu mengalir teruntuk dirimu.
Hay perempuan pujaan hati, kan ku jaga selalu hati dan cintaku ini hanya untuk mu.
Hay perempuan pujaan hati, mungkin jarak dan waktu telah memisahkan raga ku dan raga mu.
Namun ku yakin, hati dan perasaan kita akan selalu dekat, terjaga dalam asa dan hasrat untuk bersama.
Tunggulah Arjuna mu ......
Setiap hembusan nafas ku, setiap detak jantung ku dan setiap denyut nadi ku, selalu terpatri benih rindu akan hadirnya dirimu.
Bayang mu tak pernah letih, selalu hadir di setiap indahnya lelap mimpiku, menari-nari manja dalam imajinasi ku.
Sosok mu tak kan pernah terhapus dalam ingatan, walau hanya sedetik saja.
Nama mu akan selau abadi, tak lekang oleh waktu, melekat dalam relung hati ini.
Hay perempuan pujaan hati, dimana pun kau berada, doa suci dan kasihku akan selalu mengalir teruntuk dirimu.
Hay perempuan pujaan hati, kan ku jaga selalu hati dan cintaku ini hanya untuk mu.
Hay perempuan pujaan hati, mungkin jarak dan waktu telah memisahkan raga ku dan raga mu.
Namun ku yakin, hati dan perasaan kita akan selalu dekat, terjaga dalam asa dan hasrat untuk bersama.
Tunggulah Arjuna mu ......
Jumat, 03 November 2017
SIAPA JUARA LIGA 1 ?
kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Gojek Traveloka liga 1 telah sampai pada fase-fase akhir kompetisi, tinggal menyisakan 2 laga lagi untuk mengetahui siapa tim yang akan keluar sebagai juara.
Sejauh ini, 3 tim bersaing sangat ketat di jalur perebutan juara yakni PSM Makassar, Bali United dan Bhayangkara fc, hingga pekan ke 32 Bhayangkara fc masih kokoh di puncak klasemen dengan torehan 63 poin, unggul 1 poin di atas PSM dan Bali United yang harus puas di urutan ke 2 dan 3 dengan raihan poin sama yaitu 62 poin.
Jika Bhayangkara fc ingin menjadi juara, maka meraih kemenangan di dua laga sisa menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi oleh skuad asuhan Simon mcmenemy, dengan raihan 6 poin di dua laga sisa maka mereka akan mengumpulkan 69 poin diakhir kompetisi, yang tidak akan mampu dikejar oleh PSM maupun Bali United.
Namun meraih 6 poin di dua laga sisa bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh Bhayangkara fc, mengingat 2 lawan yang akan dihadapi adalah tim papan atas yakni Madura United dan Persija Jakarta, apalagi laga melawan Madura United adalah partai away.
Lalu bagaimana peluang PSM dan Bali United ?, Boleh dibilang pekan ke 33 nanti akan menjadi partai final bagi keduanya, di pekan tersebut kedua tim akan saling jegal di stadion Mattoanging Makassar, siapa yang kalah maka ia harus siap mengubur dalam-dalam asa mereka untuk meraih gelar juara, sedangkan yang menang tentu akan masih terlibat dalam persaingan ketat dengan Bhayangkara hingga pekan terakhir kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, namun jika seri, maka hal itu akan menjadi keuntungan bagi Bhayangkara fc dan memperbesar peluang mereka untuk menggondol trofi juara.
Dan berikut akan saya jabarkan mengenai plus minus dari ketiga tim tersebut baik secara teknis dan non teknis serta prediksi saya di dua laga sisa yang akan mereka hadapi :
1.PSM Makassar
Plus :
A. Hasrat haus juara
PSM Makassar telah puasa gelar selama 17 tahun, terakhir mereka menggondol gelar juara adalah pada tahun 2000 silam, hal ini tentu membuat hasrat PSM Makassar untuk meraih gelar juara menjadi sangat membara, dan inilah yang menjadi keunggulan dari PSM Makassar, semangat, gairah dan motivasi dari pemain, manajemen, pelatih dan suporter sedang memuncak untuk meraih gelar juara dan hal ini tentunya akan berimbas positif terhadap mentalitas tim, rasa haus akan juara membuat mental bertempur skuad PSM akan membuncah.
B.Memiliki pelatih pengalaman juara.
Robert Rene Alberts adalah pelatih berpengalaman yang telah beberapa kali merasakan gelar juara bersama tim yang diasuhnya, Robert pernah meriah juara liga Malaysia, liga Singapura dan liga Indonesia bersama Arema, memiliki seorang pelatih berpengalaman juara tentunya menjadi hal yang positif bagi PSM. Dengan pengalaman juara nya Robert Rene Alberts tentu sudah paham dan siap di saat-saat krusial seperti saat ini untuk memotivasi dan memoles PSM menjadi lebih hebat.
C.Menyisakan 2 laga kandang
PSM Makassar masih menyisakan 2 laga yang digelar di kandang mereka yakni menghadapi Bali United dan Madura United, meskipun keduanya lawan berat namun dengan bermain di stadion Mattoanging yang dipenuhi oleh belasan ribu suporter setia mereka tentunya akan melipatgandakan semangat bertempur pasukan ramang, apalagi sejauh ini PSM Makassar cukup kuat jika bermain di kandang, dengan meraih 14 kemenangan dan 1 seri dari 15 laga kandang musim ini.
Minus :
A.wiljan pluim sentris
Pemain kunci yang menjadi sosok pembeda bagi skuad PSM Makassar musim ini tidak lain dan tidak bukan adalah wiljan pluim, pluim adalah otak dari permainan PSM Makassar, tipe gelandang cerdas dengan visi bermain yang luar biasa, selain lihai dalam memberikan assist, Pluim juga tipe gelandang haus gol, sejauh ini pluim telah mengoleksi 12 gol, oleh karena itu, jika pluim absen maka akan menjadi sebuah kerugian yang sangat besar bagi PSM, sejauh ini pluim telah mengantongi 5 kartu kuning dan jika pluim mengantongi kartu kuning lagi dilaga melawan Bali United, maka dapat dipastikan ia akan absen di laga melawan Madura United, hal ini tentu akan mereduksi kekuatan dari tim PSM Makassar, maka dari itu mematikan pergerakan Pluim adalah hal yang wajib dilakukan oleh tim lawan yang berhadapan dengan PSM Makassar.
B.Tekanan juara yang besar
Saat ini tekanan untuk menjadi juara begitu besar dipundak pemain PSM Makassar, mengingat baru pada musim inilah setelah tahun 2004 silam (saat itu runner-up) PSM Makassar kembali berpacu di jalur perebutan juara, menyisakan 2 laga lagi yang digelar dikandang tentu membuat peluang untuk meraih gelar juara semakin terbuka lebar, namun disisi yang lain, tekanan yang besar untuk meraih juara apabila tidak bisa dikelola atau di ejawantahkan secara positif justru akan bisa membebani para pemain PSM Makassar, sehingga mereka tidak bisa bermain lepas untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Prediksi 2 laga sisa : lawan Bali United (Home) : menang, lawan Madura United (Home) : menang
Poin akhir : 68
2.Bhayangkara fc
Plus :
A.Kolektivitas tim
Bhayangkara fc adalah tim yang mengandalkan kolektivitas permainan, tidak ada pemain kunci dari tim ini, tetapi semua pemain mampu bekerjasama secara apik dan kolektif sehingga membuat Bhayangkara sejauh ini mampu berada di puncak klasemen. Sisi kolektivitas tim ini akan menjadi sesuatu yang positif karena absennya satu atau dua pemain inti tidak akan mempengaruhi kekuatan tim secara keseluruhan.
B.Tekanan juara tidak besar
Bhayangkara fc tidak memiliki pendukung fanatik seperti halnya PSM ataupun Bali United, disatu sisi hal ini memang menjadi sebuah kekurangan, namun disisi yang lain hal ini membuat tekanan dari para pendukung agar timnya meraih gelar juara menjadi tidak menggelora, dan hal ini dapat berimbas pada ringannya beban di pundak para pemain, sehingga mereka bisa bermain lepas tanpa beban untuk menunjukkan penampilan terbaik mereka.
B.Kedalaman skuad baik dan pemain muda
Bhayangkara fc bisa dibilang adalah tim dengan kedalaman skuad yang baik, dari lini belakang, lini tengah dan lini depan Bhayangkara memiliki skuad yang merata, pemain inti maupun pemain pelapis memiliki kemampuan yang nyaris sama. Selain itu Bhayangkara juga dipenuhi pemain muda berkualitas yang rajin menghuni skuad inti yakni Evan Dimas, Ilham Udin , Putu gede, Wahyu Subo hingga Dendi Sulistiawan.
Minus :
A.Tidak memiliki tradisi juara
Sebagai tim baru, Bhayangkara fc adalah ibarat anak ingusan di kancah sepakbola nasional, Bhayangkara fc sendiri baru berusia 2 tahun, maka jika berbicara masalah tradisi, Bhayangkara jelas bukan apa-apanya jika dibandingkan dengan beberapa tim lain di liga 1, apalagi jika dibandingkan dengan PSM Makassar yang bahkan telah berusia 102 tahun, kultur atau tradisi ini menjadi penting apabila dikaitkan dengan peraih juara liga kasta tertinggi selama ini yang hampir semuanya memiliki tradisi dalam kancah sepakbola nasional.
B.Menyisakan satu laga tandang berat
Bhayangkara fc masih harus menjalani satu laga tandang yang cukup berat melawan Madura United, meskipun pertandingan itu sendiri akan digelar tanpa penonton, namun meraih 3 poin melawan Madura United bukanlah hal yang mudah, mengingat Madura juga masih berambisi untuk setidaknya bisa finis di posisi 3 besar.
Prediksi 2 laga sisa : lawan Madura United (Away) : seri, lawan Persija Jakarta (Home) : menang.
Poin akhir : 67
3.Bali United
Plus :
A.Memiliki striker predator
Memiliki striker sekaliber silvyano comvalius adalah berkah tersendiri bagi Bali United, musim ini comvalius telah mencetak 35 gol sekaligus memecahkan rekor gol semusim kompetisi yang telah bertahan selama 21 tahun milik peri sandria, comvalius adalah momok menakutkan bagi pertahanan setiap lawan yang akan berhadapan dengan Bali United.
B.egoisme pemain rendah.
Salah satu keunggulan Bali United musim ini adalah karena memiliki pemain-pemain yang tidak terlalu memiliki ego besar, hal ini membuat mereka lebih mengutamakan kepentingan tim dari pada hasrat pribadi, pemain-pemain seperti Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Nick Van Velden hingga Marcos Flores adalah jaminan utama penyokong tajamnya comvalius musim ini.
C.Sosok Widodo Cahyono Putro
dibalik kesuksesan Bali United mampu bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini tak bisa dilepaskan dari sosok Widodo Cahyono Putro sebagai juru racik, beberapa tahun belakangan ini Widodo telah menjelma sebagai salah satu pelatih berkualitas, setelah musim lalu sukses memfiniskan Sriwijaya fc di posisi 4 ISC A, kini Widodo pun berpeluang besar mengantarkan Bali United ke tangga juara, sosok Widodo dikenal cukup dekat dengan para pemain, chemistry yang terbentuk antara Widodo dengan para pemain inilah yang menjadi salah satu kunci sukses Bali United musim ini.
Minus :
A.Tidak memiliki tradisi juara
Sama halnya dengan Bhayangkara fc, Bali United adalah tim baru yang belum memiliki tradisi dalam kancah persepakbolaan nasional, maka dari itu mental dan tradisi juara pun belum mengakar kuat pada tim Bali United.
2.Menyisakan 1 laga tandang berat
Laga hidup mati tersebut akan dihadapi oleh Bali United dipekan ke 33 nanti yakni menghadapi tim pesaing juara PSM Makassar di Makassar, meraih kemenangan di kandang PSM Makassar adalah hal yang sangat sulit meskipun bukan hal yang mustahil, sejauh ini PSM Makassar begitu superior atas lawan-lawannya jika bermain di stadion Mattoanging kandang mereka, PSM memiliki rekor kandang yang sangat bagus, yakni dengan meraih 14 kali kemenangan dan 1 kali seri dari 15 laga kandang musim ini, hal ini tentunya menjadi fakta dan momok yang menakutkan bagi Bali United.
Prediksi 2 laga sisa : lawan PSM Makassar (Away) : kalah, lawan Persegres Gresik (Home) : menang
Poin akhir : 65
Jika sesuai prediksi saya diatas, maka diakhir kompetisi Gojek Traveloka liga 1 mendatang PSM Makassar akan keluar sebagai juara dengan torehan 68 poin, diikuti oleh Bhayangkara fc dan Bali United ditempat kedua dan ketiga.
Lalu apakah prediksi saya ini tepat ?? menarik untuk kita tunggu bersama pada akhir kompetisi mendatang .....
Jumat, 27 Oktober 2017
MEMAKNAI HARI SUMPAH PEMUDA
"Sumpah pemuda adalah refleksi bahwa membangun persatuan dalam realitas perbedaan dan kemajemukan adalah sebuah keniscayaan guna mencapai kemajuan peradaban. Semangat dan idealisme tersebut hendaknya selalu kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara hingga titik darah penghabisan"
Pada tanggal 28 Oktober 1928, dalam kongres pemuda II di jakarta lahir sebuah ikrar sakral yang dilakukan oleh para organisasi pemuda Indonesia, yang dinamakan sumpah pemuda.
Kongres pemuda II ini sendiri merupakan lanjutan dari kongres pemuda I yang laksanakan pada tahun 1926. Dalam kongres pemuda II ini pula menjadi momen pertama kalinya dikumandangkan lagu Indonesia raya.
Kongres pemuda I yang kemudian dilanjutkan dengan kongres pemuda II pada dasarnya merupakan upaya untuk mengorganisir sekaligus sebagai wadah dalam menyatukan visi para organisasi-organisasi pemuda untuk berjuang mewujudkan kemerdekaan, yang kemudian pada akhirnya melahirkan ikrar sumpah pemuda.
Sumpah pemuda sendiri merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah berdirinya bangsa ini, sumpah pemuda adalah tonggak awal lahirnya semangat kebersatuan dalam perjuangan meraih kemerdekaan.
Ketika itu organisasi-organisasi pemuda di Indonesia seperti Jong Batak, Nong Ambon, Jong java, Jong celebes, jong minahasa dan organisasi pemuda lainnya bersatu dalam ikrar sakral untuk menegaskan cita akan tumpah darah, tanah air dan bahasa persatuan yang satu dalam bingkai negara Indonesia.
Oleh karena itu, sumpah pemuda dianggap sebagai perwujudan kristalisasi dari nilai-nilai semangat untuk menegaskan berdirinya negara Indonesia.
Dan berikut adalah isi sumpah pemuda yang dirumuskan oleh Muhammad Yamin tersebut:
1.kami putra putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air indonesia.
2.kami putra putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3.kami putra putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ikrar sumpah pemuda ini sendiri telah menjadi bukti sahih bahwa ikatan persatuan dan kesatuan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dirajut secara alamiah, karena faktor perasaan senasib dan seperjuangan. Faktor perasaan senasib dan seperjuangan untuk bisa lepas dari jerat belenggu penjajahan dan kolonialisme, yang telah membuat rakyat Indonesia menderita baik secara fisik maupun psikologis selama ratusan tahun.
Perasaan senasib dan seperjuangan itu kemudian melahirkan tekad yang bulat dan kuat untuk berbangsa satu, bertanah air satu dan memiliki bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia.
Hal ini menandakan bahwa ikatan persatuan dan kesatuan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah sesuatu yang alami dan tidak dipaksakan, sehingga rasa persatuan dan kesatuan tersebut mampu menjadi pengikat yang kuat dalam realita pluralitas dan kemajemukan bangsa Indonesia hingga saat ini.
Maka dari semua hal yang saya paparkan diatas ada beberapa makna penting yang perlu di ketahui dan di pahami dari peristiwa sumpah pemuda itu sendiri yaitu:
Pertama, pemuda memiliki peranan penting dalam sejarah berdirinya bangsa ini, selain peristiwa peristiwa Rengasdengklok, peristiwa ikrar sumpah pemuda juga menjadi penegas bahwa para pemuda memiliki peran yang besar dalam perjuangan meraih kemerdekaan bangsa ini.
Maka dari itu, sudah sepatutnya para generasi muda saat ini juga harus mampu berperan aktif dalam upaya menjaga, mempertahankan serta meningkatkan rasa kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain itu pemuda Indonesia yang notabene adalah tumpuan bagi masa depan bangsa hendaknya juga selalu meningkatkan kompetensi diri sebagai bekal guna menghadapi persaingan global yang semakin ketat, karena sejatinya masa depan sebuah bangsa berada dan dapat dilihat dari bagaimana kualitas para pemudanya (generasi penerus).
Kedua, bahwa peristiwa sumpah pemuda menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia bisa bersatu dalam bingkai keberagaman, bahkan sebelum kemerdekaan negara Indonesia, hal ini dilatarbelakangi belakangi oleh adanya perasaan senasib dan seperjuangan untuk bebas dari belenggu penjajahan dan kolonialisme.
Maka dari itu, sudah selayaknya kita para warga negara Indonesia yang hidup pada generasi saat ini untuk dapat senantiasa menjaga tenun kesatuan dan kerukunan bangsa yang telah dirajut selama berpuluh-puluh tahun lalu, yang kemudian disatukan dalam ideologi bernama Pancasila.
Segala perbedaan yang kita miliki janganlah menjadi sebuah penghalang bagi terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa, justru perbedaan yang kita miliki haruslah bisa menjadi lem perekat bagi terciptanya perdamaian dan kerukunan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai kemajemukan dan keberagaman yang ada dalam dirinya sehingga bisa hidup tentram dan damai dalam harmoni sebagai sebuah kesatuan.
Ketiga, bahwa peristiwa sumpah pemuda telah memberikan pelajaran bahwasanya keberhasilan suatu bangsa untuk bisa lepas dari belenggu penjajahan membutuhkan suatu semangat kolektif, kerjasama, kebersamaan dan jiwa yang besar untuk mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan bersama yang lebih besar.
Hal ini memberikan pembelajaran bahwa semangat kolektif, kerjasama, kebersamaan dan jiwa yang besar untuk mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan bersama yang lebih besar juga sangat diperlukan dalam hal untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan menuju terwujudnya cita-cita dan tujuan negara sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD dan konstitusi.
Hari ini, tanggal 28 Oktober tahun 2O17, adalah hari diperingatinya peristiwa sumpah pemuda yang ke 89, dan untuk itu saya mengucapkan selamat hari sumpah pemuda, semoga nilai-nilai luhur dari peristiwa sumpah pemuda senantiasa dapat di refleksikan oleh para pemuda Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia sesuai dengan dinamika dan perkembangan zaman.
Kongres pemuda II ini sendiri merupakan lanjutan dari kongres pemuda I yang laksanakan pada tahun 1926. Dalam kongres pemuda II ini pula menjadi momen pertama kalinya dikumandangkan lagu Indonesia raya.
Kongres pemuda I yang kemudian dilanjutkan dengan kongres pemuda II pada dasarnya merupakan upaya untuk mengorganisir sekaligus sebagai wadah dalam menyatukan visi para organisasi-organisasi pemuda untuk berjuang mewujudkan kemerdekaan, yang kemudian pada akhirnya melahirkan ikrar sumpah pemuda.
Sumpah pemuda sendiri merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah berdirinya bangsa ini, sumpah pemuda adalah tonggak awal lahirnya semangat kebersatuan dalam perjuangan meraih kemerdekaan.
Ketika itu organisasi-organisasi pemuda di Indonesia seperti Jong Batak, Nong Ambon, Jong java, Jong celebes, jong minahasa dan organisasi pemuda lainnya bersatu dalam ikrar sakral untuk menegaskan cita akan tumpah darah, tanah air dan bahasa persatuan yang satu dalam bingkai negara Indonesia.
Oleh karena itu, sumpah pemuda dianggap sebagai perwujudan kristalisasi dari nilai-nilai semangat untuk menegaskan berdirinya negara Indonesia.
Dan berikut adalah isi sumpah pemuda yang dirumuskan oleh Muhammad Yamin tersebut:
1.kami putra putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air indonesia.
2.kami putra putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3.kami putra putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ikrar sumpah pemuda ini sendiri telah menjadi bukti sahih bahwa ikatan persatuan dan kesatuan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dirajut secara alamiah, karena faktor perasaan senasib dan seperjuangan. Faktor perasaan senasib dan seperjuangan untuk bisa lepas dari jerat belenggu penjajahan dan kolonialisme, yang telah membuat rakyat Indonesia menderita baik secara fisik maupun psikologis selama ratusan tahun.
Perasaan senasib dan seperjuangan itu kemudian melahirkan tekad yang bulat dan kuat untuk berbangsa satu, bertanah air satu dan memiliki bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia.
Hal ini menandakan bahwa ikatan persatuan dan kesatuan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah sesuatu yang alami dan tidak dipaksakan, sehingga rasa persatuan dan kesatuan tersebut mampu menjadi pengikat yang kuat dalam realita pluralitas dan kemajemukan bangsa Indonesia hingga saat ini.
Maka dari semua hal yang saya paparkan diatas ada beberapa makna penting yang perlu di ketahui dan di pahami dari peristiwa sumpah pemuda itu sendiri yaitu:
Pertama, pemuda memiliki peranan penting dalam sejarah berdirinya bangsa ini, selain peristiwa peristiwa Rengasdengklok, peristiwa ikrar sumpah pemuda juga menjadi penegas bahwa para pemuda memiliki peran yang besar dalam perjuangan meraih kemerdekaan bangsa ini.
Maka dari itu, sudah sepatutnya para generasi muda saat ini juga harus mampu berperan aktif dalam upaya menjaga, mempertahankan serta meningkatkan rasa kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain itu pemuda Indonesia yang notabene adalah tumpuan bagi masa depan bangsa hendaknya juga selalu meningkatkan kompetensi diri sebagai bekal guna menghadapi persaingan global yang semakin ketat, karena sejatinya masa depan sebuah bangsa berada dan dapat dilihat dari bagaimana kualitas para pemudanya (generasi penerus).
Kedua, bahwa peristiwa sumpah pemuda menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia bisa bersatu dalam bingkai keberagaman, bahkan sebelum kemerdekaan negara Indonesia, hal ini dilatarbelakangi belakangi oleh adanya perasaan senasib dan seperjuangan untuk bebas dari belenggu penjajahan dan kolonialisme.
Maka dari itu, sudah selayaknya kita para warga negara Indonesia yang hidup pada generasi saat ini untuk dapat senantiasa menjaga tenun kesatuan dan kerukunan bangsa yang telah dirajut selama berpuluh-puluh tahun lalu, yang kemudian disatukan dalam ideologi bernama Pancasila.
Segala perbedaan yang kita miliki janganlah menjadi sebuah penghalang bagi terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa, justru perbedaan yang kita miliki haruslah bisa menjadi lem perekat bagi terciptanya perdamaian dan kerukunan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai kemajemukan dan keberagaman yang ada dalam dirinya sehingga bisa hidup tentram dan damai dalam harmoni sebagai sebuah kesatuan.
Ketiga, bahwa peristiwa sumpah pemuda telah memberikan pelajaran bahwasanya keberhasilan suatu bangsa untuk bisa lepas dari belenggu penjajahan membutuhkan suatu semangat kolektif, kerjasama, kebersamaan dan jiwa yang besar untuk mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan bersama yang lebih besar.
Hal ini memberikan pembelajaran bahwa semangat kolektif, kerjasama, kebersamaan dan jiwa yang besar untuk mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan bersama yang lebih besar juga sangat diperlukan dalam hal untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan menuju terwujudnya cita-cita dan tujuan negara sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD dan konstitusi.
Hari ini, tanggal 28 Oktober tahun 2O17, adalah hari diperingatinya peristiwa sumpah pemuda yang ke 89, dan untuk itu saya mengucapkan selamat hari sumpah pemuda, semoga nilai-nilai luhur dari peristiwa sumpah pemuda senantiasa dapat di refleksikan oleh para pemuda Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia sesuai dengan dinamika dan perkembangan zaman.
Sabtu, 21 Oktober 2017
PUISI : PENGHUNI HATI
Malam telah datang menyapa, menghapus segala muram durja.
Bulan nampak anggun mempesona, wajahnya teduh menentramkan jiwa.
Bintang-bintang diangkasa pun tersenyum ria berbaur aroma kerinduan akan hadirnya.
Malam ini aku mengharap akan hadirnya sosok bidadari penghuni hati untuk menyapa ku dalam sepi.
Menerangi jalanku dalam gelap.
Menyemangati ku dalam asa.
Menghapus kesedihan ku dengan kasih.
Dan menjaga rinduku dalam ikatan doa.
Dia bidadari tak bersayap, manis dan memikat.
Dia mampu meluluhkan hati dan jiwa ku untuk menetap.
Dia begitu mempesona membuat ku enggan beranjak.
Hadirnya dalam hidupku telah membawa kesejukan dan kebahagiaan.
Wahai sosok penghuni hati marilah bersama-sama mengayuh mimpi kita karena Allah.
Mari bawa asmara yang melekat di hati kita ini, menuju muaranya.
Dimana jiwaku dan jiwamu diikat oleh takdir dan waktu.
Wahai penghuni hati, semoga kita cepat sampai di muara itu, karena aku sudah tak sabar ingin menghabiskan hari-hari nan indah bersama mu.
Jumat, 20 Oktober 2017
POLEMIK "PRIBUMI"
Beberapa hari terakhir kalimat “pribumi” menjadi viral
dikalangan masyarakat indonesia, sejak anis baswedan mengucapkan kalimat
tersebut dalam pidato pelantikan dirinya sebagai gubernur DKI di istana negara. saat itu Anis berkata "pribumi" harus merdeka dari penjajahan sesuai dengan janji kemerdekaan.
Kalimat “pribumi” itu pun kemudian menjadi isu kontroversial
dan menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat, banyak pihak yang menganggap
bahwa anis baswedan telah bertindak diskriminatif dengan mendikotomikan
masyarakat kedalam golongan pribumi dan non pribumi, bahkan saat ini telah ada
laporan ke bareskrim polri yang dilakukan oleh ormas Banteng Muda Indonesia (
BMI) untuk mengusut ucapan anis tersebut.
Akan tetapi disisi lain, tidak sedikit pula pihak yang
menganggap bahwa kalimat yang diucapkan oleh anis tersebut adalah kalimat yang
wajar dan tidak diskriminatif, lagipula istilah pribumi juga digunakan sebagai
nama sebuah organisasi yaitu Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia.
Diluar polemik yang terjadi, Jika kita berbicara konteks
yuridis, sesungguhnya secara hukum perdata, hingga sekarang ini pun indonesia
masih membedakan penduduk ke dalam 3 golongan sesuai pasal 163 indische staats reggeling (IS), yaitu
golongan eropa, golongan bumiputera atau pribumi dan golongan timur asing.
Peraturan peninggalan zaman kolonial belanda itu belum
dicabut sehingga masih berlaku sampai sekarang sesuai dengan ketentuan aturan
peralihan UUD 1945 pasal 1 yang berbunyi : segala peraturan perundang-undangan yang
ada masih tetap berlaku selama belum di adakan yang baru menurut undang-undang
dasar ini.
Menurut pasal 163 ayat 4 IS golongan masyarakat pribumi atau bumi putera (Indonesia asli) adalah
orang-orang Indonesia asli yang turun temurun menjadi penghuni dan bangsa
Indonesia termasuk kedalam golongan bumi putera adalah : mereka yang termasuk
pribumi yang tidak pindah ke golongan lain serta mereka yang tadinya termasuk
ke dalam golongan lain, tapi telah meleburkan diri ke dalam golongan bumi putera.
Di luar konteks aturan hukum perdata ini, Sejak reformasi
dan amandemen UUD 1945, setiap orang, pejabat pemerintah ataupun peradilan
sudah seharusnya tidak lagi menggunakan istilah pribumi dan non pribumi, sesuai pasal
26 UUD NRI 1945, dikotomi terhadap penduduk adalah WNI dan WNA.
Penyebutan pribumi dan non pribumi hanya akan bernuansa sensitif, bertendensi kearah diskriminatif dan bermuara pada timbulnya polemik ditengah-tengah masyarakat seperti halnya yang terjadi sekarang ini.
Penyebutan pribumi dan non pribumi hanya akan bernuansa sensitif, bertendensi kearah diskriminatif dan bermuara pada timbulnya polemik ditengah-tengah masyarakat seperti halnya yang terjadi sekarang ini.
Sejujurnya dalam menyikapi polemik dari ucapan anis
baswedan tersebut, saya sangat sependapat dengan pendapat prof mahfud yang di utarakannya
lewat tweet yang berbunyi seperti ini : “Dalam kontroversi tentang isu pribumi
mungkin secara yuridis anis baswedan tidak salah tetapi, mungkin pula secara
politik tidak bijaksana”.
Tweet prof mahfud itupun saya balas dengan tweet seperti ini
: “ nahhhh , secara yuridis berkata “pribumi” tidak melanggar hukum (tidak bisa
dipidana) tetapi dari segi etika terlihat kurang bijak”
Menurut hemat saya mengucapkan kalimat “pribumi’ entah dalam
apapun konteksnya selama tidak ada kesan melecehkan atau menghina, saya rasa tidak bisa di pidana, termasuk mengucapkan
kalimat seperti “kamu bukan masyarakat pribumi indonesia”, mau dijerat pasal
apa coba ??? namun apapun itu biarlah nanti pengadilan (jika sampai) yang akan
menentukan ada tidaknya unsur pidana.
Jika ucapan "pribumi" yang diucapkan oleh Anis Baswedan tersebut dituduh melanggar instruksi presiden (Inpres) no 28 tahun 1998 tentang pelarangan penggunaan kata pribumi dan non pribumi, maka meskipun Anis terbukti melanggar Inpres tersebut, Anis pun tidak bisa dipidana, di dalam hukum ketentuan tentang pidana hanya dapat di muat di dalam undang-undang dan peraturan daerah, maka dari itu seseorang yang melanggar Inpres tidak akan bisa dijatuhi pidana, Inpres sendiri pada hakikatnya hanya bersifat anjuran bukan bersifat mengatur dan memaksa.
Jika ucapan "pribumi" yang diucapkan oleh Anis Baswedan tersebut dituduh melanggar instruksi presiden (Inpres) no 28 tahun 1998 tentang pelarangan penggunaan kata pribumi dan non pribumi, maka meskipun Anis terbukti melanggar Inpres tersebut, Anis pun tidak bisa dipidana, di dalam hukum ketentuan tentang pidana hanya dapat di muat di dalam undang-undang dan peraturan daerah, maka dari itu seseorang yang melanggar Inpres tidak akan bisa dijatuhi pidana, Inpres sendiri pada hakikatnya hanya bersifat anjuran bukan bersifat mengatur dan memaksa.
Namun jika kita berbicara dalam konteks etika politis, saya rasa ucapan anis baswedan jelas terasa kurang bijaksana, seperti yang saya utarakan diatas, sudah seharusnya
istilah pribumi dan non pribumi tidak perlu lagi diucapkan, apalagi oleh seorang pejabat pemerintah, lebih-lebih gubernur DKI Jakarta yang memiliki
penduduk multietnis, karena hal itu hanya akan menimbulkan kesan diskriminatif yang berujung pada timbulnya polemik di tengah-tengah masyarakat.
Anis baswedan seharusnya lebih pandai untuk menempatkan diri sekaligus mampu menjadi pengayom bagi seluruh warga DKI baik dalam ucapan maupun
tindakannya, Oleh karena itu kalimat “pribumi” sudah seharusnya tidak perlu
terucap dari mulut seorang gubernur DKI, mengingat kalimat tersebut terlalu sensistif untuk diucapkan dalam era dan kondisi masyarakat indonesia sekarang ini.
Langganan:
Komentar (Atom)