"
ibarat sepakbola , dahulu saya memang menimba ilmu di ssb terbaik dan di latih oleh pelatih-pelatih terbaik akan tetapi sayangnya saya tidak di mainkan di posisi bermain terbaik saya , sehingga bila saya tetap bertahan di ssb tersebut permainan dan potensi saya tidak akan berkembang secara maksimal , dan sekarang saya telah berpindah di suatu ssb biasa,memang saya tidak menimba ilmu di ssb terbaik lagi dan mungkin juga tidak di latih oleh pelatih-pelatih terbaik lagi namun sekarang saya di mainkan di posisi bermain terbaik saya , hal tersebut membuat saya dapat menunjukkan permainan dan potensi terbaik saya "
"cristiano ronaldo tidak akan sehebat seperti saat ini seandainya dulu dia di mainkan di posisi bek , atau pun carles puyol tidak akan tersohor seperti saat ini seandainya dulu ia di mainkan di posisi penyerang"
jika anda memahami apa yang saya analogikan di atas , sejujurnya anda juga pasti mengerti dengan apa yang saya rasakan , seperti itulah saya ibaratkan alasan mengapa saya harus pindah dari fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas diponegoro
untuk lebih jelasnya beginilah ceritanya :
potensi , kapasitas diri dan segala sesuatu hal tentang diri seseorang hanya orang itu sendiri lah yang menghetahuinya.
Pertengahan tahun 2013 hingga tahun 2014 boleh dikatakan sebagai masa masa yang paling berat dalam hidup saya , saat itulah untuk pertama kalinya saya merasa sangat mengecewakan kedua orang tua saya , bagaimana tidak sejak SD hingga SMA nilai akademis saya selalu memuaskan dan saya selalu bersekolah di sekolah terbaik di tempat saya dan itu membuat kedua orang tua saya selalu mempunyai ekspekstasi yang tinggi terhadap akademis saya.
hal tersebut secara tidak langsung telah mendorong saya untuk selalu mempunyai target dan ekspektasi yang tinggi terhadap akademis saya , karena sejujurnya saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya dan lebih dari itu saya juga tidak ingin mengecewakan diri saya sendiri.
awalnya kedua orang tua saya sangat bangga karena anaknya bisa di terima di universitas terbaik di provinsi jawa tengah yaitu universitas diponegoro (UNDIP) walaupun di terima di fakultas yang tidak favorit yaitu fakultas perikanan dan ilmu kelautan.
sebenarnya saya memilih jurusan itu hanya untuk cadangan saja , karena target utama saya adalah bisa kuliah di universitas gajah mada (UGM) pada jurusan teknologi pangan , tetapi ternyata saya tidak di terima di jurusan teknologi pangan UGM hingga akhirnya mau tidak mau saya pun harus kuliah di fakultas perikanan dan ilmu kelautan UNDIP.
kuliah di fakultas perikanan dan ilmu kelautan adalah sebuah keterpaksaan , karena apabila saat itu saya tidak mengambilnya maka saya akan menganggur di rumah satu tahun dan akan menunggu tahun ajaran baru berikutnya untuk mendaftar lagi di PTN atau PTS.
selama satu semester kuliah di fakultas tersebut saya merasa tidak nyaman atau tidak cocok lebih tepatnya , karena saya merasa apa yang di pelajari di fakultas tersebut tidak sesuai dengan bakat dan potensi yang saya miliki.
sewaktu SMA saya cukup menonjol di pelajaran kimia , nilai kimia saya waktu SMA 75,83,80,85,91 dan 90 selama 6 semester sejak kelas 10 semester 1 sampai kelas 12 semester 2 dan PKN , kenapa saya suka pelajaran PKN karena pada dasarnya saya suka hal hal yang berafiliasi dengan pemerintahan dan kenegaraan , nilai pkn saya waktu SMA 82,82,87,89,89 dan 90 dan saya selalu mempunyai prinsip "SAYA PANTANG KALAH DENGAN SIAPA PUN DI BIDANG YANG SAYA SUKAI" karena itu pada saat kuliah di fakultas perikanan dan ilmu kelautan saya merasa tidak bahagia dan khawatir dengan masa depan saya.
bagaimana saya bisa bersaing di dunia kerja nanti kalau saya tidak kompeten di bidang ini , ibarat sepakbola saya mempunyai bakat di posisi striker , tetapi di mainkan di posisi gelandang tentu saja saya akan sulit untuk dapat mengeluarkan kemampuan serta potensi terbaik yang saya miliki.
bukannya saya tidak percaya diri dengan kemampuan diri saya sendiri dan juga bukannya saya tidak mau bekerja keras ,akan tetapi ada satu hal yang selalu saya yakini yaitu seorang individu akan lebih bisa berkembang jauh dan pesat apabila ia bergelut dengan bidang yang sesuai "passion" nya atau sesuai bakat dan potensi yang ada di dalam dirinya.
ibaratnya seperti ini : "saya mempunyai bakat sebagai seorang striker , akan tetapi saya di mainkan oleh pelatih saya di posisi bek , mungkin dengan kerja keras lambat laun saya akan dapat menjadi bek yang hebat , akan tetapi saya yakin akan bisa berkembang menjadi jauh lebih hebat apabila saya di mainkan di posisi yang sesuai dengan bakat dan potensi yang saya miliki yaitu striker". maka dari itu selagi ada kesempatan , saya pasti akan mencari klub baru yang dapat memainkan saya di posisi bermain yang sesuai bakat saya (striker).
oleh karena itu saya pun berpikir ulang untuk mengikuti SBMPTN lagi tahun depan, dengan pertimbangan dan alasan yang sudah saya pikirkan secara matang ,akhirnya pada semester 2 saya memutuskan keluar dari UNDIP ,tentunya dengan alasan dan pertimbangan dari berbagai aspek yang sudah saya kalkulasikan secara matang.
setelah keluar dari UNDIP otomatis kurang lebih 6 bulan saya menjadi pengangguran di rumah , tentu saja saat itu saya sangat merasa sedih , karena saya merasa mengecewakan kedua orang tua saya , kedua orang tua saya sudah mengeluarkan banyak materi untuk saya ,tapi saya malah mengecewakan nya.
dan pada tahun ajaran baru saat itu saya mencoba lagi mendaftar di Ilmu pemerintahan UGM , tapi ternyata saya gagal lagi dan akhirnya kini saya kuliah di fakultas hukum unissula , sebuah perguruan tinggi swasta , tak pernah terpikirkan dan terbersit sedikitpun di pikiran saya untuk kuliah di universitas ini , akan tetapi saya cukup percaya diri dengan pilihan saya tersebut.
bagi saya inilah jalan hidup yang harus saya jalani , dan saya yakin di bidang ini saya akan mampu meraih cita cita serta membahagiakan kedua orangtua saya dan membayar kekecewaan mereka (pada waktu saya keluar dari UNDIP ) dengan kebahagiaan , dan alhamdulilah di semester 1 ini setidaknya saya bisa membuat kedua orang tua saya sedikit bangga dan tersenyum karena indeks prestasi saya bisa di bilang cukup memuaskan , dan semoga sampai lulus pun IPK saya dapat memuaskan amin.
biarpun banyak yang menganggap saya bodoh karena memilih keluar dari universitas terbaik di jawa tengah atau bahkan salah satu yang terbaik di Indonesia , akan tetapi saya tidak pernah menyesali nya sedikit pun , karena bagi saya kesuksesan seseorang sejatinya tidaklah tergantung pada tempat di mana ia menimba ilmu , tetapi tergantung pada sejauh mana kompetensi orang tersebut di bidang yang ia pilih , artinya dimanapun ia menimba ilmu selama ia mau bekerja keras dan selalu memberikan yang terbaik di bidang yang ia geluti , maka keberhasilan dan kesuksesan tidak akan pernah jauh darinya itu adalah kepercayaan yang selalu saya yakini.
Saya menggantungkan nasib dan masa depan saya kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, kepada kemampuan diri saya sendiri, dan kepada doa orang-orang yang menyayangi saya.
Akan tetapi, satu hal pasti bahwasanya saya akan selalu siap bersaing dengan siapapun dalam hal apapun, saya selalu yakin dan percaya dengan kemampuan yang saya miliki, percaya pada kemampuan diri sendiri adalah sebuah bentuk penghormatan dan penghargaan tertinggi yang saya berikan kepada diri saya sendiri. Begutulah nilai hidup yang selalu saya tanamkan dalam jiwa ini.
Hidup adalah sebuah pilihan dan ini adalah pilihan hidup saya, sejatinya dalam hidup tidak pernah ada pilihan yang salah, yang salah adalah karena kita tidak menjalani pilihan hidup kita tersebut dengan sepenuh hati, sehingga pada akhirnya pilihan hidup yang kita pilih tersebut tidak dapat membawa kebahagiaan dan keberhasilan bagi Kehidupan kita.
Pada dasarnya keberhasilan seseorang tidaklah di tentukan oleh pilihan hidup yang dipilihnya akan tetapi di tentukan oleh sikap, karakter, dan pola pikir seseorang tersebut dalam menjalani pilihan hidupnya, apapun pilihan hidup kita selama kita mau menjalani pilihan hidup kita dengan sepenuh hati, maka niscaya pilihan hidup yang kita pilih tersebut akan dapat membawa keberhasilan dan kebahagiaan bagi kehidupan kita, karena pada hakikatnya setiap pilihan hidup itu selalu menghadirkan peluang sukses dan juga peluang gagal,, oleh karena itu sejatinya tidak pernah ada pilihan hidup yang salah, yang salah adalah karena kita tidak menjalani pilihan hidup kita tersebut dengan sepenuh hati.
dampak dari apa yang saya pilih saat ini akan saya rasakan kelak di kemudian hari , meskipun saya tidak lagi menimba ilmu di universitas terbaik lagi , akan tetapi saya sangat yakin dengan prodi pilihan saya ini akan mampu membuat saya mencapai apa yang saya cita cita kan serta membahagiakan dan membanggakan kedua orang tua saya , OPTIMIS !!!!!
"KEBERHASILAN TIDAK DI TENTUKAN DIMANA TEMPAT KITA BERUSAHA AKAN TETAPI DITENTUKAN SEBERAPA BESAR USAHA KITA DI TEMPAT ITU, DI TEMPAT APAPUN SELAMA KITA MAU BERUSAHA, SELALU ADA JALAN BAGI SEBUAH KEBERHASILAN"