Rabu, 11 Maret 2015

MY FAVOURITE


MAKANAN  : SATE KAMBING , BEBEK GORENG , SWIKE, TELUR PENYET DAN CAPCAY BUATAN IBU , NASI GANDUL


MINUMAN   : SUSU DANCOW ORIGINAL , TEH POCI RASA VANILA TANPA GULA , AIR PUTIH


MAKANAN RINGAN : TAHU PONG , TAHU PETIS


WARNA : MERAH


KOTA : SALATIGA , REMBANG , UNGARAN.


BAND : SLANK , THE CRENBERRIES


PENYANYI : ADELE , IWAN FALS , RIHANNA


TIM SEPAKBOLA : PERSIPURA , MU , TIMNAS JERMAN , PSIR


PELAJARAN : PKN , KIMIA.


WANITA : MANIS , BAIK , SEDERHANA , PINTAR ,PERHATIAN.


TOKOH : BAMBANG PAMUNGKAS , BOAZ SOLLOSA , JENDERAL MOELDOKO, LUHUT BINSAR PANDJAITAN ,JIMLY ASSIDIQIE


BUAH : SEMANGKA , DURIAN , PISANG


HOBY : FUTSAL , MEMBACA , MENULIS , MENDENGARKAN MUSIK.


TEMPAT LIBURAN : DIENG.


ARTIS : CHELSEA ISLAN , SANDRA DEWI


FILM/SERIAL : MAHABARATA , CAPTAIN TSUBASA , THE RETURN OF THE CONDOUR HEROES


ANGKA : 2 , 86


MEDIA SOSIAL : TWITTER




SUKAILAH MAKA SESUATU ITU AKAN MUDAH KAU PAHAMI


" FASE TERSULIT DALAM MEMPELAJARI SESUATU ADALAH MENYERAHKAN HATI KITA "


sore ini cuaca kota semarang sangat cerah, jarum jam menunjukkan pukul 15.15, setiba di kos setelah seharian kuliah ,badan saya terasa sangat lelah hari ini, bagaimana tidak lelah, saya kuliah dari mulai jam 7 pagi dan baru selesai sekitar jam setengah 3 siang, seperti biasa sehabis pulang kuliah saya tidak bisa tidur siang oleh karena itu untuk sekedar mengisi waktu luang, maka saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk menyalurkan salah satu hoby saya yaitu menulis.

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya di waktu SMA yang tak kan pernah saya lupakan, pengalaman yang saya sebut sebagai pengalaman "FROM ZERO TO HERO" heheehe, untuk lebih jelasnya beginilah cerita nya :

Pada akhir tahun 2010, saat itu saya masih kelas 10 SMA semester 1, saya saat itu agak sedikit gelisah karena setiap ulangan mata pelajaran eksak (IPA) saya selalu  mendapat nila jelek, dari pelajaran fisika, kimia, biologi dan matematika, saya gelisah karena bila nanti nilai semester 2 saya seperti ini lagi maka kelas 11 nanti saya tidak akan bisa masuk jurusan IPA.

Pada suatu pagi seminggu setelah UAS semester 1 guru kimia saya bu limas mengumumkan nilai UAS mata pelajaran kimia di kelas saya, setelah nama semua siswa di sebut, saya menghetahui kalau nilai kimia saya pada UAS ini adalah yang TERENDAH di kelas ini, saya hanya mendapat nilai 49, sangat jelek dan di rapor semester 1 ini nilai eksak saya pas kkm (kriteria kelulusan minimum) semua yaitu 75, bila semester 2 nanti nilai eksak saya seperti ini lagi, maka saya pasti tidak mungkin bisa masuk jurusan IPA.

Karena prasyarat untuk masuk jurusan ipa pada waktu itu adalah tidak boleh ada nilai mata pelajaran eksak yang pas KKM, dan rata rata 4 mata pelajaran eksak kumulatif harus minimal 77, saat itu saya berpikir bagaimana caranya pokoknya saya harus bisa masuk jurusan IPA, karena pada saat itu dalam pandangan saya orang yang masuk jurusan IPA pasti lebih punya banyak pilihan jurusan kuliah saat nanti lulus SMA dari pada jurusan IPS, dan di SMA saya jurusan IPA adalah mayoritas, karena pada saat itu ada 7 jurusan IPA dan hanya 2 jurusan IPS.

Akhirnya saya memutuskan untuk les fisika dan kimia di guru saya Bu limas, yang sayang nya pada semester 2 ini bu limas tidak lagi mengajar saya, beliau memutuskan keluar dari SMA saya dan di semester 2 kelas 10 ini saya akan di ajar oleh bu lina, setelah 2 minggu mengikuti les kimia di bu limas, saya merasa ternyata pelajaran kimia itu sangat menyenangkan , sejak saat itu saya mulai menyukai kimia ,karena saya suka maka pelajaran kimia pun menjadi sangat mudah di pahami.

Maka dari itu menurut hemat saya jika kita ingin mudah memahami sesuatu hal maka "suka i lah hal tersebut terlebih dahulu  Karena tidak ada hal yang sulit di dunia ini selama kita berusaha dengan maksimal dan usaha saya adalah dengan menyukai hal tersebut karena pasti hal tersebut akan mudah saya pahami dan benar saja pada ulangan kimia perdana di semester ini dari 30 siswa di kelas hanya ada 3 anak yang tidak remidi.

Dan setelah bu lina mengumumkan bahwa saya adalah salah satu dari tiga siswa yang tidak remidi bersama teman saya ansor dan kiki, sejak saat itu saya tambah menyukai pelajaran kimia, dan sejak itu saya punya prinsip bahwa nilai kimia saya dalam ulangan maupun uts maupun uas jangan sampai kalah dengan teman teman saya.

Karena selalu punya prinsip " SAYA PANTANG KALAH DENGAN SIAPA PUN DI BIDANG YANG SAYA SUKAI" suatu siang kira kira seminggu setelah UTS bu lina memasuki kelas saya, kelas 10.3 sman 1 rembang, hari ini bu lina akan mengumumkan hasil nilai UTS kimia , saat itu bu lina berkata bahwa siswa peraih nilai TERTINGGI di kelas saya ini mendapatkan nilai 89, bu lina mulai membacakan absen siswa beserta nilainya , dan saat bu lina sampai pada nomer absen 20, yaitu nomer absen saya, bu lina berhenti sejenak , kemudian berkata : "nomer absen 20 mendapatkan nilai 89" sontak saya kaget dan tidak menyangka kalau saya akan mendapatkan nilai tertinggi, serta teman teman sekelas saya banyak yang memberi selamat kepada saya.

Pada saat semester 2 ini, saya adalah murid kesayangan bu lina ( guru kimia saya) karena setiap ulangan kimia saya selalu mendapat nilai tertingi 3 besar di kelas saya ( kadang tertinggi no 1, kadang tertinggi nomer 2, kadang tertinggi nomer 3) dan akhirnya pada saat penerimaan rapor akhirnya saya bisa masuk jurusan IPA jurusan yang saya idam idamkan, saat itu nilai saya FISIKA 76, MATEMATIKA 76, BIOLOGI 76 DAN KIMIA 83 dan saat itu guru fisika saya berkata pada saya kalau sebenarnya nilai matematika saya mati, yaitu pas KKM ( KRITERIA KETUNTASAN MAKSIMAL) 75 dengan ada satu nilai eksak yang pas kkm tentunya saya tidak akan bisa masuk jurusan IPA.

Saat itu guru fisika saya berkata bahwa saya bisa masuk IPA karena nilai kimia saya sangat menonjol, jadi "eman eman" kalau masuk IPS hehe itu kata guru fisika saya dan akhirnya nilai matematika saya di katrol menjadi 76, artinya saya bisa masuk IPA karena di selamatkan nilai pelajaran kimia saya, pelajaran yang saya sukai sejak kelas 10 semester 2 .

Dan sejak itu nilai kimia saya di kelas 11 dan 12 adalah 80,85,91,90 ,nilai matematika saya sejak SD jelek karena saya tidak pernah menyukai yang namanya pelajaran matematika, maka jika kamu merasa sulit atau sukar terhadap sesuatu hal, maka kamu harus menyukai hal tersebut terlebih dahulu, maka hal tersebut akan mudah kau pahami " SUKAILAH MAKA SESUATU ITU AKAN MUDAH KAU PAHAMI"


Selasa, 10 Maret 2015

PERCAYA DENGAN KEMAMPUAN DIRI SENDIRI


salah satu film favorit saya adalah serial mahabarata ,saya mulai menyukai serial mahabarata tepatnya pada saat saya sering tidur di rumah kakek saya yang letaknya bersebelahan dengan rumah saya (sekitar tahun 2001) , kebetulan kakek dan nenek saya juga suka dengan serial mahabarata , otomatis setiap serial mahabarata tayang tiap malamnya , semua orang di rumah kakek saya di pastikan melihat mahabarata.



Mahabharata adalah sebuah karya sastra kuno yang berasal dari India. Secara tradisional, penulis Mahabharata adalah Begawan byasa atau Vyasa. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan astadasaparwa (asta = 8, dasa = 10, parwa = kitab). Namun, ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.



Secara singkat, Mahabharata menceritakan kisah konflik para pandawa lima dengan saudara sepupu mereka yaitu sang seratus korawa, mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara astina. Puncaknya adalah perang baratayudha di medan Kurusetra , dimana pertempuran tersebut berlangsung selama delapan belas hari yang dimenangkan oleh pihak pandawa.


bagi saya pribadi , mahabarata adalah serial/wiracarita yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang sangat tinggi , pada serial mahabarata akan di tunjukkan bahwa kejahatan pada akhirnya akan selalu musnah oleh kebenaran , penokohan beberapa tokoh dalam serial ini juga sangat kuat , misalnya bima dengan sifat pemberani nya , sengkuni dengan sifat liciknya , arjuna dengan kehebatannya serta tokoh-tokoh lainnya , kedua alasan tersebut lah yang membuat saya memfavoritkan serial mahabarata sebagai film favorit saya.


saat saat ini cerita mahabarata memang lagi 'booming' di negeri ini ,  dari anak anak , muda mudi , sampai ibu ibu ramai membicarakannya , disini saya tidak sedang ingin membicarakan tentang cerita mahabarata, akan tetapi disini saya akan sedikit menceritakan tentang penokohan salah satu tokoh protagonis dalam cerita mahabarata yang patut di teladani dan di contoh oleh anak muda zaman sekarang.


Dia adalah pandawa nomer 3 yaitu arjuna , saya mengagumi tokoh seorang arjuna bukan karena kesaktiannya, ketampanannya , melainkan saya mengagumi tokoh arjuna karena rasa kepercayaan diri nya yang sangat tinggi ,setelah bhisma gugur pada hari ke 10 , pada hari ke 11 perang baratayudha akhirnya karna raja angga turun gelanggang ke medan pertempuran kurusetra , sejauh ini karna tidak ikut berperang karena tidak di perbolehkan oleh bhisma.


Dan setelah bhisma tumbang di hari ke 10 , hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu oleh karna , hari ini karna ingin mencapai tujuan hidupnya yang selalu ingin di raihnya , yaitu sebuah penghormatan dan pengakuan , dan untuk mendapatkan pengakuan dan penghormatan tersebut cara satu satu nya adalah dengan cara membunuh ksatria yang di anggap banyak orang sebagai pemanah terbaik di dunia , dia tak lain dan tak bukan adalah arjuna yang juga merupakan adik dari karna sendiri.


Dengan membunuh arjuna semua orang akan tahu siapa sebenarnya yang terbaik di dunia , selama ini sebagian besar orang lebih menganggap arjuna lah yang terbaik dan orang-orang lebih sering meremehkan dan menghina karna sebagai anak kusir , sehingga banyak orang yang menyangsikan kemampuan dan kesaktian karna , oleh karena itu dengan berhasil membunuh arjuna , maka semua orang di dunia akan menghetahui dan mengakui kehebatan serta kesaktian karna.


karna sangat percaya diri bisa membunuh arjuna karena karna mempunyai senjata pamungkas (hanya bisa digunakan sekali) pemberian dewa indra yang apabila karna menyebut nama musuh nya , maka senjata itu akan seketika menyerang dan membunuh orang tersebut dan tak ada satupun senjata atau tameng di dunia ini yang mampu melindungi orang tersebut bila karna sudah menyebut nama orang itu.


bahkan sri krishna pun khawatir dengan keselamatan arjuna selama karna masih punya senjata pamungkas itu , logikanya seharusnya arjuna pasti akan sedikit gentar melawan karna karena karna mempunyai senjata dewata , tapi arjuna tak sedikit pun gentar.


sesaat sebelum perang krisna berkata : ''saudaraku arjuna , hari ini kemampuanmu yang sebenarnya akan di uji oleh raja angga karna , dan perlu kamu ketahui karna memiliki senjata pemberian dewa indra , yang apabila karna menyebut nama seseorang maka senjata itu akan langsung menyerang dan membunuh orang itu dan tak ada tameng atau senjata yang dapat menangkal senjata pemberian dewa indra tersebut".


kemudian arjuna menjawab : " wadawa bila aku di takdirkan untuk mati ataupun hidup dalam pertempuran ini , ini adalah hal yang wajar , karena setiap ksatria di dalam pertempuran kemungkinan akan mengalami 2 hal yaitu antara hidup atau mati , dan aku mohon jangan ada tipu daya dari wadawa untuk karna agar aku bisa menang.


aku sangat percaya bisa mengalahkan karna , biarpun karna memiliki senjata pamungkas pemberian dewa indra , tapi aku juga mempunyai senjata pemberian dewa agni yaitu panah gandiva , dan aku pasti bisa membunuh karna !!!"


Dan pada perang hari ke 17 setelah melewati pertarungan yang cukup alot akhirnya karna gugur di tangan arjuna , setelah sebelumnya senjata pamungkas karna terpaksa di keluarkan untuk membunuh gatotkacha , karena tanpa menggunakan senjata pamungkas tersebut karna mungkin sudah tewas di tangan gatotkacha , akhirnya keberuntungan dan kemenangan pun berada di pihak arjuna , karena arjuna memang pada saat itu berada di pihak yang benar.
 


dari cerita tersebut kita bisa ambil pelajaran bahwa :


SEHEBAT APAPUN LAWAN KITA , SEBERAT APAPUN MASALAH YANG KITA TANGGUNG, SESULIT APAPUN TANTANGAN YANG KITA HADAPI & SEKECIL APAPUN PELUANG ITU TETAPLAH YAKIN DAN PERCAYA DENGAN KEMAMPUAN DIRI SENDIRI.



KARENA BAGI MEREKA YANG YAKIN DENGAN DIRINYA SENDIRI SERTA BAGI MEREKA YANG BERADA DI JALAN YANG BENAR AKAN SELALU ADA JALAN MENUJU KEBERHASILAN DAN KEJAYAAN.


dan dari cerita di atas izinkanlah saya menginterpretasikan keyakinan yang ada di dalam diri saya terhadap kemampuan yang saya miliki


SAYA PRADIKTA ANDI ALVAT


"SECARA PRIBADI, SAYA TIDAK PERNAH MERASA MENJADI ORANG YANG PANDAI, SAYA JUGA TIDAK PERNAH MERASA MENJADI ORANG YANG BODOH. AKAN TETAPI, SAYA SELALU YAKIN DAN PERCAYA DENGAN KEMAMPUAN YANG SAYA MILIKI"                                                                                                                                                             

Senin, 09 Maret 2015

MENGAPA SAYA PINDAH ???


"ibarat sepakbola , dahulu saya memang menimba ilmu di ssb terbaik dan di latih oleh pelatih-pelatih terbaik akan tetapi sayangnya saya tidak di mainkan di posisi bermain terbaik saya , sehingga bila saya tetap bertahan di ssb tersebut permainan dan potensi saya tidak akan berkembang secara maksimal , dan sekarang saya telah berpindah di suatu ssb biasa,memang saya tidak menimba ilmu di ssb terbaik lagi dan mungkin juga tidak di latih oleh pelatih-pelatih terbaik lagi namun sekarang saya di mainkan di posisi bermain terbaik saya , hal tersebut membuat saya dapat menunjukkan permainan dan potensi terbaik saya "


"cristiano ronaldo tidak akan sehebat seperti saat ini seandainya dulu dia di mainkan di posisi bek , atau pun carles puyol tidak akan tersohor seperti saat ini seandainya dulu ia di mainkan di posisi penyerang"  


jika anda memahami apa yang saya analogikan di atas , sejujurnya anda juga pasti mengerti dengan apa yang saya rasakan , seperti itulah saya ibaratkan alasan mengapa saya harus pindah dari fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas diponegoro 


untuk lebih jelasnya beginilah ceritanya :


potensi , kapasitas diri dan segala sesuatu hal tentang diri seseorang hanya orang itu sendiri lah yang menghetahuinya.


Pertengahan tahun 2013 hingga tahun 2014 boleh dikatakan sebagai masa masa yang paling berat dalam hidup saya , saat itulah untuk pertama kalinya saya merasa sangat mengecewakan kedua orang tua saya , bagaimana tidak sejak SD hingga SMA nilai akademis saya selalu memuaskan dan saya selalu bersekolah di sekolah terbaik di tempat saya dan itu membuat kedua orang tua saya selalu mempunyai ekspekstasi yang tinggi terhadap akademis saya.


hal tersebut secara tidak langsung telah mendorong saya untuk selalu mempunyai target dan ekspektasi yang tinggi terhadap akademis saya , karena sejujurnya saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya dan lebih dari itu saya juga tidak ingin mengecewakan diri saya sendiri.


awalnya kedua orang tua saya sangat bangga karena anaknya bisa di terima di universitas terbaik di provinsi jawa tengah yaitu universitas diponegoro (UNDIP) walaupun di terima di fakultas yang tidak favorit yaitu fakultas perikanan dan ilmu kelautan.

sebenarnya saya memilih jurusan itu hanya untuk cadangan saja , karena target utama saya adalah bisa kuliah di universitas gajah mada (UGM) pada jurusan teknologi pangan , tetapi ternyata saya tidak di terima di jurusan teknologi pangan UGM hingga akhirnya mau tidak mau saya pun harus kuliah di fakultas perikanan dan ilmu kelautan UNDIP.


kuliah di fakultas perikanan dan ilmu kelautan adalah sebuah keterpaksaan , karena apabila saat itu saya tidak mengambilnya maka saya akan menganggur di rumah satu tahun dan akan menunggu tahun ajaran baru berikutnya untuk mendaftar lagi di PTN atau PTS.


selama satu semester kuliah di fakultas tersebut saya merasa tidak nyaman atau tidak cocok lebih tepatnya , karena saya merasa apa yang di pelajari di fakultas tersebut tidak sesuai dengan bakat dan potensi yang saya miliki.


sewaktu SMA saya cukup menonjol di pelajaran kimia , nilai kimia saya waktu SMA 75,83,80,85,91 dan 90 selama 6 semester sejak kelas 10 semester 1 sampai kelas 12 semester 2 dan PKN , kenapa saya suka pelajaran PKN karena pada dasarnya saya suka hal hal yang berafiliasi dengan pemerintahan dan kenegaraan , nilai pkn saya waktu SMA 82,82,87,89,89 dan 90 dan saya selalu mempunyai prinsip "SAYA PANTANG KALAH DENGAN SIAPA PUN DI BIDANG YANG SAYA SUKAI" karena itu pada saat kuliah di fakultas perikanan dan ilmu kelautan saya merasa tidak bahagia dan khawatir dengan masa depan saya.


bagaimana saya bisa bersaing di dunia kerja nanti kalau saya tidak kompeten di bidang ini , ibarat sepakbola saya mempunyai bakat di posisi striker , tetapi di mainkan di posisi gelandang tentu saja saya akan sulit untuk dapat mengeluarkan kemampuan serta potensi terbaik yang saya miliki.


bukannya saya tidak percaya diri dengan kemampuan diri saya sendiri dan juga bukannya saya tidak mau bekerja keras ,akan tetapi ada satu hal yang selalu saya yakini yaitu seorang individu akan lebih bisa berkembang jauh dan pesat apabila ia bergelut dengan bidang yang sesuai "passion" nya atau sesuai bakat dan potensi yang ada di dalam dirinya.


ibaratnya seperti ini : "saya mempunyai bakat sebagai seorang striker , akan tetapi saya di mainkan oleh pelatih saya di posisi bek , mungkin dengan kerja keras lambat laun saya akan dapat menjadi bek yang hebat , akan tetapi saya yakin akan bisa berkembang menjadi jauh lebih hebat apabila saya di mainkan di posisi yang sesuai dengan bakat dan potensi yang saya miliki yaitu striker". maka dari itu selagi ada kesempatan , saya pasti akan mencari klub baru yang dapat memainkan saya di posisi bermain yang sesuai bakat saya (striker).



oleh karena itu saya pun berpikir ulang untuk mengikuti SBMPTN lagi tahun depan,  dengan pertimbangan dan alasan yang sudah saya pikirkan secara matang ,akhirnya pada semester 2 saya memutuskan keluar dari UNDIP ,tentunya dengan alasan dan pertimbangan dari berbagai aspek yang sudah saya kalkulasikan secara matang.


setelah keluar dari UNDIP otomatis kurang lebih 6 bulan saya menjadi pengangguran di rumah , tentu saja saat itu saya sangat merasa sedih , karena saya merasa mengecewakan kedua orang tua saya , kedua orang tua saya sudah mengeluarkan banyak materi untuk saya ,tapi saya malah mengecewakan nya.


dan pada tahun ajaran baru saat itu saya mencoba lagi mendaftar di Ilmu pemerintahan UGM , tapi ternyata saya gagal lagi dan akhirnya kini saya kuliah di fakultas hukum unissula , sebuah perguruan tinggi swasta , tak pernah terpikirkan dan terbersit sedikitpun di pikiran saya untuk kuliah di universitas ini , akan tetapi saya cukup percaya diri dengan pilihan saya tersebut.


bagi saya inilah jalan hidup  yang harus saya jalani , dan saya yakin di bidang ini saya akan mampu meraih cita cita serta membahagiakan kedua orangtua saya dan membayar kekecewaan mereka (pada waktu saya keluar dari UNDIP ) dengan kebahagiaan , dan alhamdulilah di semester 1 ini setidaknya saya bisa membuat kedua orang tua saya sedikit bangga dan tersenyum karena indeks prestasi saya bisa di bilang cukup memuaskan , dan semoga sampai lulus pun IPK saya dapat memuaskan amin.


biarpun banyak yang menganggap saya bodoh karena memilih keluar dari universitas terbaik di jawa tengah atau bahkan salah satu yang terbaik di Indonesia , akan tetapi saya tidak pernah menyesali nya sedikit pun , karena bagi saya kesuksesan seseorang sejatinya tidaklah tergantung pada tempat di mana ia menimba ilmu , tetapi tergantung pada sejauh mana kompetensi orang tersebut di bidang yang ia pilih , artinya dimanapun ia menimba ilmu selama ia mau bekerja keras dan selalu memberikan yang terbaik di bidang yang ia geluti , maka keberhasilan dan kesuksesan tidak akan pernah jauh darinya itu adalah kepercayaan yang selalu saya yakini.


Saya menggantungkan nasib dan masa depan saya kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, kepada kemampuan diri saya sendiri, dan kepada doa orang-orang yang menyayangi saya.

Akan tetapi, satu hal pasti bahwasanya saya akan selalu siap bersaing dengan siapapun dalam hal apapun, saya selalu yakin dan percaya dengan kemampuan yang saya miliki, percaya pada kemampuan diri sendiri adalah sebuah bentuk penghormatan dan penghargaan tertinggi yang saya berikan kepada diri saya sendiri. Begutulah nilai hidup yang selalu saya tanamkan dalam jiwa ini.

Hidup adalah sebuah pilihan dan ini adalah pilihan hidup saya, sejatinya dalam hidup tidak pernah ada pilihan yang salah, yang salah adalah karena kita tidak menjalani pilihan hidup kita tersebut dengan sepenuh hati, sehingga pada akhirnya pilihan hidup yang kita pilih tersebut tidak dapat membawa kebahagiaan dan keberhasilan bagi Kehidupan kita.

Pada dasarnya keberhasilan seseorang tidaklah di tentukan oleh pilihan hidup yang dipilihnya akan tetapi di tentukan oleh sikap, karakter, dan pola pikir seseorang tersebut dalam menjalani pilihan hidupnya, apapun pilihan hidup kita selama kita mau menjalani pilihan hidup kita dengan sepenuh hati, maka niscaya pilihan hidup yang kita pilih tersebut akan dapat membawa keberhasilan dan kebahagiaan bagi kehidupan kita, karena pada hakikatnya setiap pilihan hidup itu selalu menghadirkan peluang sukses dan juga peluang gagal,, oleh karena itu sejatinya tidak pernah ada pilihan hidup yang salah, yang salah adalah karena kita tidak menjalani pilihan hidup kita tersebut dengan sepenuh hati.


dampak dari apa yang saya pilih saat ini akan saya rasakan kelak di kemudian hari , meskipun saya tidak lagi menimba ilmu di universitas terbaik lagi ,  akan tetapi saya sangat yakin dengan prodi pilihan saya ini akan mampu membuat saya mencapai apa yang saya cita cita kan serta membahagiakan dan membanggakan kedua orang tua saya , OPTIMIS !!!!!






"KEBERHASILAN TIDAK DI TENTUKAN DIMANA TEMPAT KITA BERUSAHA AKAN TETAPI DITENTUKAN SEBERAPA BESAR USAHA KITA DI TEMPAT ITU, DI TEMPAT APAPUN SELAMA KITA MAU BERUSAHA, SELALU ADA JALAN BAGI SEBUAH KEBERHASILAN"




TEMPAT YANG MENEGANGKAN ( STADION KRIDA REMBANG)


"Seseorang yang mempunyai hubungan erat dengan seseorang pasti juga memiliki hubungan batin dengan seseorang tersebut"




Pada tahun 2011 untuk pertama kalinya ayah saya menjabat sebagai pelatih kepala di tim PSIR Rembang, sebelumnya ayah saya yang juga berstatus PNS di dinas perhubungan Kabupaten Rembang adalah hanya sebagai asisten pelatih tim PSIR tepatnya di musim kompetisi divisi utama liga joss indonesia 2009/2010, dimana saat itu pelatih kepala tim PSIR Rembang di jabat oleh pelatih Edy Simon Badawi.

Pada musim kompetisi divisi utama 2011/2012 ini tim PSIR Rembang akan berpartisipasi dalam kompetisi di bawah naungan badan resmi penyelenggara liga, tepatnya di bawah naungan PSSI yaitu LPIS, pada musim kompetisi ini PSIR akan bergabung di grup 2 divisi utama LPIS 2011/2012 , berada satu grup dengan tim tim mapan yang sarat akan tradisi dalam kancah persepakbolaan nasional semacam PSIS Semarang , Persis Solo dan Persik Kediri.

Ketiga tim tersebut merupakan tim yang mencanangkan target lolos ke IPL musim depan, melihat lawan yang akan di hadapi oleh tim PSIR begitu tangguh tangguh serta di tambah dengan komposisi pemain PSIR pada saat itu yang boleh dikatakan pas pas an, saya pun menjadi was was dan khawatir terhadap ayah saya.

Saya khawatir dan tak tega bila ayah saya nanti di caci dan di hina seandainya PSIR ter degradasi atau bermain buruk, di tambah ini adalah awal karir ayah saya menjadi pelatih kepala tentunya hal tersebut semakin membuat perasaan saya semakin was was.

Dan benar saja, pada pertandingan perdana divisi utama LPIS 2011/2012 yaitu saat PSIR Rembang melawan Persepar Palangkaraya di Stadion Krida Rembang perasaan was was itu pun langsung menyeruak ke permukaan, saya ingat betul pada waktu itu cuaca sedang grimis, dan pertandingan sendiri pun berjalan sangat alot, kedua tim saling jual beli serangan.

Seketika waktu itu stadion krida rembang pun berubah menjadi tempat yang sangat menegangkan bagi saya, di sepanjang jalannya pertandingan saya selalu berdoa agar PSIR di beri kemenangan mengingat ini adalah pertandingan perdana yang tentu akan sangat mempengaruhi mental bertanding tim di pertandingan pertandingan selanjutnya.

Sepanjang pertandingan saya harus menguatkan mental saya, karena tak sedikit yang mencaci ayah saya ( pelatih PSIR) saat tim PSIR bermain buruk dan saat pemain Persepar membuat peluang di depan gawang PSIR jantung saya rasanya mau copot, ketika itu saya sempat berpikiran untuk pulang ke rumah dan tidak melanjutkan untuk menyaksikan pertandingan tersebut, namun akhirnya alhamdulilah di pertandingan perdana ini PSIR mampu meraih kemenangan tipis dengan skor 1-0 atas Persepar Palangkaraya, walaupun dilalui dengan susah payah.

Setelah menjalani partai tandang di Bekasi dan Semarang yang berakhir dengan kekalahan masing masing 2-0 dan 3-0, sore ini PSIR akan kembali berlaga di stadion krida dan lawan yang akan di hadapi adalah tim dengan koleksi 2 gelar liga indonesia yaitu Persik Kediri, saat pertandingan di mulai hujan deras mengguyur Stadion Krida.

Sepanjang jalannya pertandingan babak pertama tim PSIR di kurung habis-habis an oleh tim tamu Persik Kediri, lapangan yang becek membuat permainan tim PSIR tidak bisa berkembang secara maksimal, hasilnya pun tim Persik Kediri lebih menguasai jalannya pertandingan, bahkan Persik Kediri sudah berhasil membobol 2 kali gawang Nanda Pradana (kiper PSIR) sebelum babak pertama usai, hal itu membuat celotehan-celotehan penonton yang menghina ayah saya (pelatih PSIR)  pun semakin banyak dan membuat kuping saya memanas, saat turun minum saya pun memutuskan untuk pulang, saya berpikiran PSIR pasti kalah sore ini, babak pertama saja sudah kalah 2-0, gumam saya dalam hati.

Hal tersebut saya lakukan lantaran mental saya pasti tidak kuat apabila menyaksikan ayah saya di hina ataupun dicaci oleh para penonton atau suporter bila PSIR kalah sore ini, akhirnya saya pun memutuskan untuk pulang, sesampai di rumah saya berdoa semoga PSIR tidak kalah sore ini, sekitar pukul 17.30 saya menjadi penasaran dengan hasil pertandingan, tak berapa lama ibu dan adik saya pulang dari menonton pertandingan dan memberi tahu saya bahwa pertandingan berakhir seri 2-2.

Seketika hati saya plong, yang penting PSIR tidak kalah (pikir saya dalam hati) dan 2 gol Persik Kediri ke gawang PSIR itu adalah gol pertama dan terakhir tim tamu yang bermain di Stadion Krida Rembang, karena setelah  Persik, tidak ada satu pun tim yang mampu membobol gawang PSIR bila bermain di Stadion Krida Rembang pada kompetisi divisi utama LPIS 2011/2012.

Kemudian ada satu lagi pertandingan yang dapat membuat saya sangat tegang saat itu yaitu pertandingan PSIR melawan PSS Sleman, pada pertandingan tersebut, di sepanjang jalannya pertandingan gawang PSIR selalu di bombardir oleh tim PSS Sleman lewat trio strikernya yaitu Orock Carles, Andrid Wibowo dan Anang Hadi, seperti halnya saat melawan Persik Kediri, saya juga meninggalkan stadion sebelum pertandingan selesai karena takut PSIR akan kalah, sekitar menit 88 saya meninggalkan stadion menuju tempat parkiran motor, pada saat itu pertahanan PSIR sedang di serang habis habis an oleh tim PSS Sleman.

Namun sesampai saya di parkiran motor tempat saya memakirkan motor saya, tiba tiba di dalam stadion terdengar suara gemuruh suporter yang berteriak gol gol gol gol !!!, dan ternyata yang mencetak gol tersebut adalah Cristian Lenglolo, Cristian Lenglolo mampu mencetak gol dramatis di masa injury time.PSIR pun menang 1-0 atas PSS Sleman.

Setelah menyelesaikan total 18 pertandingan di musim itu alhamdulilah PSIR akhirnya mampu finis di peringkat kedua dari 10 kontestan grup 2 divisi utama LPIS, dan berikut klasemen akhir grup 2 divisi utama LPIS 2011/2012 :



1.PERSEPAR Palangkaraya
2.PSIR Rembang
3.PERSIK Kediri
4.PSCS Cilacap
5.PSIS Semarang
6.PERSIPASI Bekasi
7.PSS Sleman
8.PERSIS Solo
9.PERSIKAB Kab Bandung
10.PPSM Magelang ,


PSIR Rembang pun berhak promosi ke IPL (lolos playoff)..


Dan setelah memastikan PSIR berada di posisi ke dua, tepatnya setelah berhasil mengalahkan tim PPSM Magelang di magelang, para suporter PSIR (Ganster) pun mengarak segenap pemain dan pelatih PSIR Rembang berkeliling kota Rembang, hal tersebut mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalanan kota, di jalan jalan utama kota Rembang sore itu di penuhi lautan manusia berbaju orens, warna kebesaran tim PSIR Rembang.

Semua tumpah ruah dibalut rasa bahagia dan bangga dalam menyambut kesuksesan tim PSIR promosi ke IPL musim depan, perayaan sore itu pun menjadi saksi bisu kembalinya tim Laskar Dampo Awang ke kasta tertinggi persepakbolaan nasional setelah terakhir kali tim PSIR Rembang mampu berpartisipasi di kasta tertinggi persepakbolaan nasional pada tahun 1995 lalu (liga indonesia pertama).

Hati ini pun rasanya plong setelah menyaksikan 9 pertandingan kandang PSIR di Stadion Krida yang cukup menegangkan dan memcau adrenalin saya, akhirnya berakhir dengan manis karena PSIR berhasil menduduki peringkat kedua klasemen akhir dan berhak promosi ke IPL musim depan (2012/2013).

Akhir sekali, cerita diatas adalah seklumit pengalaman pribadi saya yang menurut hemat saya merupakan momen/pengalaman paling menegangkan dalam hidup saya sampai saat ini dan hingga sekarang pun saat PSIR berlaga di Stadion Krida saya tetap merasa tegang, walaupun mungkin tak se tegang pada musim kompetisi 2011/2012, karena pada saat itu adalah untuk pertama kalinya ayah saya menjabat sebagai pelatih kepala tim PSIR Rembang.





"Stadion Krida Rembang akan selalu menjadi tempat yang menegangkan bagi saya, jikalau PSIR bermain dan ayah saya yang menjadi pelatihnya" 



SEKIAN

juara 2 lomba cerdas cermat bagian 2

setelah memasuki ruangan kami bertiga pun duduk di tempat sesuai nomor urut kami , tepat pukul 08.00 wib perlombaan dimulai  lomba cerdas cermat ini sendiri di ikuti oleh kurang lebih 36 SD se kecamatan sulang dalam perlombaan ini akan di bagi menjadi dua tahap yaitu babak penyisihan ,dan kemudian babak final yang terdiri dari 6 sd terbaik yang di ambil dari hasil poin di babak penyisihan.

alhasil babak penyisihan pun dimulai ,beberapa soal yang di pertanyakan yang saya ingat yaitu 1.piala dunia 2006 ini akan di gelar di negara mana? 2.pesta olah raga negara negara asia tenggara di namakan? 3. ibu kota provinsi jawa tengah? alhasil setelah menjawab puluhan soal baik yang berbentuk soal benar salah ataupun soal pilihan ganda.  akhirnya kami lolos ke babak final.

dan kami di babak penyisihan ini adalah sebagai peraih nilai tertinggi , ini penting karena nanti nilai di babak penyisihan akan di akumulasikan dengan skor di babak final kemudian di gabung dan akan di ketahui pemenangnya , sekitar pukul 12.00 , sebelum babak final menyempatkan diri untuk menyantap makanan kecil yang di beri oleh guru guru kami


saat itu kami banyak di dampingi oleh guru guru kami untuk memberikan dukungannya yang saya ingat saat itu ada pak parman , bu siti , bu win ,bu sri, bu neng, bu pur , pak joko dan saat menjelang babak final itu teman saya torika sempat menangis haru.


akhirnya sekitar pukul 13.00 babak final pun dimulai , babak final ini sendiri menggunakan sistem penambahan dan pengurangan nilai , dan cepat cepat an dalam menjawab soal , alhasil setelah kurang lebih 20 soal di bacakan , SDN pomahan lah yang akhirnya keluar sebagai juara satu karena berdasarkan akumulasi nilai babk penyisihan dan babak final SDN pomahan lah yang mendapat nilai tertinggi dan kami (SDN landoh 1) harus puas menjadi juara dua.


tapi seandainya skor di babak final saat itu tidak di kalikan 2 , maka kamilah yang menjadi juara satu , saat itu guru kami pak parman sempat melayangkan protes kepada panitia penyelenggara , mengapa di skor di babak final di kalikan dua , dan itu membuat kami tidak bisa juara satu , dan tidak bisa mewakili kecamatan sulang menuju lomba cerda cermat di tingkat kabupaten.


dalam hati kecil saya , saya sebenarnya kecewa , tapi ya sudahlah , harus di syukuri , yang penting dapet piala hehehehehe (ungkapan jujur dari seorang anak kecil kelas 5 SD saat itu )



SEKIAN

Minggu, 08 Maret 2015

juara 2 lomba cerdas cermat bagian 1


suatu pagi di tahun 2006 , saya mendapat kabar dari wali kelas saya bahwa saya bersama 2 rekan saya yaitu torika anggi pradana dan siti nur amalia akan di tunjuk sebagai wakil dari SD kami yaitu SDN landoh 1 untuk maju dalam lomba cerdas cermat tingkat kecamatan yang akan di adakan kurang lebih sebulan setelah pengumuman ini di berikan kepada kami.


saat mendengar kabar itu dalam perasaan saya saat itu ada perasaan bangga dan senang , bangga karena , saya bisa memberi tahu orang tua saya bahwa anaknya ini akan di tunjuk untuk mewakili SD nya dalam suatu perlombaan atau kompetisi , senang karena saya akan sering meninggalkan pelajaran untuk belajar persiapan lomba tersebut.hal manusiawi yang pasti di alami oleh anak SD saat itu yaitu senang bila tidak ada pelajaran hehe.



SD kami menunjuk kami bertiga pasti memiliki alasan kuat karena kami bertiga adalah langganan peringkat 3 besar di kelas kami , serta kami memiliki kelebihan masing masing yang menyangkut materi yang akan di perlombakan di ajang lomba cerdas cermat nanti. saya sendiri cukup menonjol di bidang ilmu penghetahuan sosial (IPS) , torika sangat jago di bidang matematika dan Lia menguasai di bidang ilmu penghetahuan alam (IPA).


sehingga saat itu SD kami memiliki ekspektasi yang tinggi kepada kami agar mampu untuk meraih prestasi yang maksimal , minimal 3 besar lah kata guru kami , benar saja setelah pengumuman itu kami di genjot materi materi pelajaran yang akan di perlombakan , kami bertiga di bimbing secara intensif oleh bapak dan ibu guru kami.


seperti saya jelaskan tadi saya memang boleh dikatakan cukup menonjol di bidang IPS , sehingga saya di gembleng guru saya di bidang tersebut ( IPS), setiap pagi saya di bimbing secara intensif untuk belajar materi materi IPS di perpustakaan sekolah dan siangya sekitar pukul 14.00 saya di suruh ke rumah bu winarsih untuk pembelajaran yang lebih intensif , saya ingat betul setiap pukul14.00 saya dan teman saya lia , mencegat angkot atau bis di tempat yang sekarang telah menjadi konter hape o dink untuk menuju dukuh sambongan sulang tepatnya rumah guru pembimbing saya bu winarsih.


setiba di rumah bu winarsih saya dan lia di bimbing oleh bu winarsih dan bu neng untuk menyiapkan materi materi pelajaran yang akan di perlombakan , setelah kurang lebih seminggu belajar intensif di rumah bu winarsih , hari yang kutunggu tunggu itu datang juga , yaitu hari H lomba cerdas cermat tingkat kecamatan sulang tahun 2006.


sekitar jam setengah 7 pagi saya bu kadar, torika dan lia menumpang angkota untuk menuju tempat perlombaan yaitu di aula gedung SDN sulang 1 , setiba di sana kami mengikuti apel sebentar kemudian bersiap memasuki ruangan - bersambung